Kita sering merasa dan mengatakan “Aman…” ketika ditanya mengenai keadaan kita, padahal sebenarnya lagi merasa cemas, gelisah, atau banyak pikiran. Tahukah kamu kalau tubuh kita sebenarnya sulit dibohongi saat sedang mengalami stress? Saat mengalami stres, tubuh langsung bereaksi dengan memproduksi hormon kortisol dan membuat organ-organ berada dalam mode siaga. Karena itu, meskipun terlihat tenang di luar, tubuh tetap menunjukkan tanda-tanda tekanan.
Coba perhatikan kembali lamanya penggunaan perangkat digital kita. Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial, bermain game, atau menonton tayangan secara streaming? Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti mengakses media sosial dapat berkembang menjadi pola yang berlebihan dan berdampak pada kualitas hidup kita sehari-hari.
Kesibukan sehari-hari seringkali menjadi alasan untuk menunda olahraga. Tidak memiliki waktu yang cukup, pulang kerja badan sudah terlalu lelah dan jadwal padat membuat gaya hidup aktif sulit untuk terwujudkan. Kabar baiknya, sekarang ada pendekatan olahraga yang lebih fleksibel, realistis dan mudah diterapkan ke dalam rutinitas sehari-hari kita: exercise snacks!
Kalau kita sedang mengantuk, mana yang jadi pilihan: kopi atau matcha? Kedua minuman ini sama-sama populer untuk meningkatkan fokus dan energi. Meski bermanfaat, konsumsi keduanya tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Memasuki bulan suci Ramadan, banyak orang mengalami keluhan sakit perut saat berpuasa, termasuk GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung. Kondisi ini seringkali membuat ibadah puasa menjadi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa sebenarnya penyebab sakit perut selama puasa dan bagaimana cara mengurangi risikonya?
Pernahkah kalian mengalami demam setelah kehujanan? Apa iya hujan membuat kita sakit, atau itu hanya mitos saja?
Mengapa kalau kita lagi traveling ke luar negeri bisa berjalan kaki kemana-mana dengan mudahnya, tetapi ketika di Indonesia, berjalan jarak dekat saja terasa berat sekali? Fenomena ini ternyata ada benarnya. Berdasarkan riset Stanford University yang melibatkan 717.627 orang dari 111 negara, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling malas berjalan kaki di dunia.
Pernahkah kita berpikir tentang kesehatan otak kita untuk jangka panjang? Tahukah bahwa kebiasaan yang kita lakukan hari ini dapat mempengaruhi kesehatan otak kita puluhan tahun ke depan?
Pernahkah merasa punggung pegal, kaku, atau nyeri setelah seharian duduk di depan laptop? Gaya hidup modern yang menuntut kita duduk terlalu lama sering kali berdampak buruk pada postur tubuh dan kesehatan tulang belakang. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko nyeri punggung dalam jangka panjang.