Memasuki bulan suci Ramadan, banyak orang mengalami keluhan sakit perut saat berpuasa, termasuk GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung. Kondisi ini seringkali membuat ibadah puasa menjadi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa sebenarnya penyebab sakit perut selama puasa dan bagaimana cara mengurangi risikonya?
GERD adalah kondisi naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan yang menyebabkan sensasi terbakar di dada, nyeri pada ulu hati, mual, dan muntah.
Kondisi ini dapat terjadi selama puasa karena perut kosong dalam waktu lama disertai perubahan pola dan jam makan.
Meningkatnya risiko GERD saat berpuasa juga dapat disebabkan oleh:
Perut yang kosong tanpa makanan dan minuman lebih dari 12 jam dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat, terlebih jika pola makan tidak teratur serta makanan tertentu memicunya.
Sebaliknya, jika dilakukan dengan benar, berbagai penelitian justru menunjukkan bahwa berpuasa dapat meringankan gejala GERD.
Jadi sebaiknya, bagaimana kita #KurangiRisiko GERD saat berpuasa? Berikut beberapa langkah yang
perlu diingat:
Puasa bisa menjadi momentum untuk memperbaiki gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat.
Dengan #KurangiRisiko yang tepat, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa khawatir GERD kambuh.
Kuncinya adalah #SadarRisiko terhadap hal-hal yang dapat memicu GERD dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk melatih disiplin dan memperbaiki kesehatan pencernaan secara menyeluruh.
Semoga puasa kita lancar, jangan lupa untuk selalu #SadarRisiko!
Share artikel ini kepada teman dan keluarga yang juga mengalami masalah asam lambung supaya mereka bisa puasa dengan nyaman!
Sarapan atau makan dengan roti panggang atau ngemil biskuit saat istirahat memang praktis dan cepat. Jenis makanan ini juga memiliki variasi rasa sesuai selera. Namun, sadarkah kita bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan olahan tepung secara berlebihan dapat membawa dampak serius bagi kesehatan?
Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo) Dimas Syailendra mendorong masyarakat untuk bertindak dengan memikirkan risiko atau konsekuensinya.
Halo, Sobat #SadarRisiko! Siapa di sini yang gemar hiking atau mendaki gunung? Hiking adalah kegiatan berjalan kaki di alam terbuka, baik di dataran tinggi maupun pegunungan. Aktivitas fisik ini tergolong cukup intens karena tubuh bekerja lebih keras dari biasanya – bahkan dapat membakar kalori hingga 176 kalori setiap 30 menit!