Kembali Upaya Sadar Risiko

Cara #KurangiRisiko Demensia - Lebih Cepat, Lebih Baik!

Pernahkah kita berpikir tentang kesehatan otak kita untuk jangka panjang? Tahukah bahwa kebiasaan yang kita lakukan hari ini dapat mempengaruhi kesehatan otak kita puluhan tahun ke depan?

Bukan sekedar pikun biasa, demensia adalah kondisi penurunan daya ingat dan fungsi kognitif yang dapat mengubah cara seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Salah satu jenis demensia yang paling umum adalah Alzheimer, penyakit neurodegeneratif yang disebabkan oleh penumpukan protein di otak. Perlu kita ketahui bahwa demensia bukanlah bagian atau proses normal dari penuaan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci, yang dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat yang dimulai sejak usia muda.

Bayangkan otak kita seperti tabungan. Semakin banyak kita "menabung" kebiasaan sehat sejak muda, semakin kuat dan sehat otak kita di masa tua. Meskipun demensia umumnya dialami orang tua, saat ini anak muda juga bisa mengalami kondisi ini. Gaya hidup sedentari ditambah kebiasaan tidak sehat dapat meningkatkan risiko demensia di usia yang lebih muda.

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihentikan

  1. Pola makan tidak sehat dan berlebihan makan gorengan: Kebiasaan mengonsumsi gorengan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko demensia. Terlebih, makanan yang digoreng dengan minyak yang dipakai berulang kali tidak baik untuk kesehatan otak dan pembuluh darah karena mengandung lemak jenuh tinggi. Kesehatan jantung sangat berkaitan erat dengan kesehatan otak.
  2. Kurang olahraga dan gaya hidup sedentari: Duduk seharian di depan layar, minim aktivitas fisik,dan jarang bergerak sangat tidak baik untuk kesehatan otak. Gaya hidup sedentari membuat aliran darah keotak tidak optimal, padahal otak membutuhkan aliran darah yang baik untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi.
  3. Kebiasaan merokok: Merokok tidak hanya berbahaya bagi paru-paru dan jantung, tetapi untuk kesehatan otak juga. Asap rokok yang mengandung TAR danberbagai zat berbahaya dapat merusak pembuluh darah di otak dan mempercepat penurunan fungsi kognitif.

Image

Sebaliknya, kita dapat meningkatkan kebiasaan berikut ini untuk #KurangiRisiko demensia:

  1. Olahraga secara teratur: Berolahragalah setidaknya 30 menit, 5 kali seminggu dengan target 5.000–7.000 langkah untuk usia muda. Pilih aktivitas yang disukai seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang. Olahraga melancarkan peredaran darah ke otak, menjaga berat badan ideal, dan membuat kita lebih bahagia.
  2. Cek kadar Vitamin D dan minum suplemen jika perlu: Kekurangan vitamin D juga sering dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif dan demensia. Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari, ikan berlemak, telur, dan produk susu yang di fortifikasi. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter tentang suplemen vitamin D, B12, B6, dan asam folat yang dibutuhkan.
  3. Membaca buku dan belajar skill baru: Otak kita sama seperti otot - semakin sering dilatih,semakin kuat. Membaca buku, belajar bahasa asing, mengambil hobi baru, atau bermain permainan yang menantang otak dapat membantu membangun koneksi baru di otak kita.
  4. Berhenti merokok atau menggunakan alternatif yang lebih rendah risiko: Berhenti merokok adalah salah satu keputusan terbaik untuk kesehatan otak. Konsultasikan dengan dokter tentang program berhenti merokok atau terapi pengganti nikotin. Jika sangat sulit berhenti sepenuhnya, pertimbangkan alternatif yang lebih rendah risikonya, namun jangan lupa tujuan akhirnya yaitu berhenti merokok.
  5. Pastikan cukup waktu tidur: Saat kita tidur, otak melakukan proses "pembersihan" dan konsolidasi memori. Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam dengan kualitas yang baik. Buat jadwal tidur konsisten, hindari layar gadget sebelum tidur, dan ciptakan suasana kamar yang nyaman.
  6. Jaga pola makan sehat dan seimbang: Diet Mediterania yang kaya sereal, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko demensia. Konsumsi ikan berlemak kaya omega-3, buah berry, sayuran hijau, dan hindari makanan tinggi gula, makanan olahan (ultra-processed food) berlebihan, dan gorengan.
  7. Aktif bersosialisasi dan menjaga kesehatan mental: Interaksi sosial memicu stimulasi untuk mempererat koneksi antara sel-sel saraf di otak. Luangkan waktu untuk bertemu dengan teman dan keluarga, ikut kegiatan sosial, dan kelola stres dengan baik melalui meditasi, yoga, atau hobi yang disukai.
  8. Mengkontrol kondisi kesehatan yang ada: Jika memiliki diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, pastikan kondisi tersebut terkontrol dengan baik. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin karena kesehatan jantung dan pembuluh darah sangat berkaitan erat dengan kesehatan otak.

Kesehatan otak kita di masa depan sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Saat kita masih sehat dan muda merupakan waktu paling tepat untuk #SadarRisiko dan #KurangiRisiko demensia.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup lebih sehat. Namun, semakin cepat kita mulai, semakin baik untuk kesehatan otak kita di masa depan.

Dari kebiasaan sehat yang sudah kita bahas, mana yang sudah kalian lakukan? Dan mana yang akan kita mulai dari sekarang? Mari kita saling berbagi dan mengingatkan untuk hidup lebih sehat!

Share artikel ini kepada teman dan keluarga, ajak mereka untuk #SadarRisiko dan hidup lebih sehat!

Artikel Lainnya

2023 Banyak yang Tidak Pasti, Konsumen Harus Lebih Peka Risiko Sebelum Membeli

Pendekatan Pengurangan Bahaya

2023 Banyak yang Tidak Pasti, Konsumen Harus Lebih Peka Risiko Sebelum Membeli

Perlu adanya kolaborasi aktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyebarluaskan informasi dan mengedukasi mengenai konsep sadar risiko

Capai Indonesia Emas 2045 Lewat Kebijakan Sadar Risiko

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Capai Indonesia Emas 2045 Lewat Kebijakan Sadar Risiko

Masyarakat, khususnya mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki peran krusial dalam menciptakan perubahan positif sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Partisipasi mereka mampu mengurangi risiko yang dapat menghambat kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Hal inilah yang membuat Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO) menginisiasi acara talkshow bertajuk “Unleashing Youth Power in Shaping the Future: Partisipasi Generasi Muda & Pembuatan Kebijakan Berbasis Sadar Risiko” sebagai upaya untuk mendorong masyarakat terlibat aktif dalam pembuatan kebijakan publik yang tepat.

Pemerintah Didesak Aktif Turunkan Prevalensi Merokok

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Pemerintah Didesak Aktif Turunkan Prevalensi Merokok

Pemerintah dinilai perlu terlibat aktif dalam memperluas akses informasi akurat terkait konsep pengurangan bahaya tembakau melalui penggunaan produk tembakau alternatif, yang berbasis kajian ilmiah.