Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO)
Risiko dapat kita temui dimana saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk mencegahnya, budaya #SadarRisiko mengedepankan kebijaksanaan dalam berpikir dan menilai suatu kondisi yang berpotensi berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. Kebijaksanaan ini dimulai melalui mengedepankan cara berpikir nanti bagaimana bukan bagaimana nanti dalam mengambil suatu keputusan.
MASINDO mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam budaya #SadarRisiko dan menerapkan strategi-strategi #KurangiRisiko demi masa depan yang lebih sehat dan sedikit risiko.
Di tengah dinamika dan keberagaman Indonesia, kesadaran akan risiko menjadi kunci penting demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra R., Ketua Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO), kami mengajak Sobat #SadarRisiko untuk mengubah cara pandang terhadap risiko, melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektoral MASINDO yang bertujuan untuk menanamkan budaya #SadarRisiko di setiap lapisan masyarakat.
Sobat #SadarRisiko, pernahkah merasa tidak pede akibat bau asap yang menempel di tubuh dan pakaian? Penyebab utamanya adalah TAR, zat hasil proses pembakaran yang ada dalam asap. TAR mudah menempel pada rambut, pakaian, dan permukaan lain—dan lebih parahnya, bersifat karsinogenik serta dapat mengendap di paru-paru jika terhirup terus-menerus.
Digital fatigue merupakan kondisi kelelahan mental dan fisik yang timbul akibat terlalu lama terpapar perangkat digital. Gejala yang sering muncul, antara lain, mata lelah dan kering, sakit kepala yang berkelanjutan serta sulit berkonsentrasi. Rasa kewalahan dengan notifikasi yang terus masuk juga dapat menimbulkan rasa cemas, hingga kesulitan beristirahat dan tidur di malam hari.