#SadarRisiko

#SadarRisiko adalah awal kebijaksanaan: dimulai dengan berpikir tentang “nanti bagaimana?”, bukan “bagaimana nanti”.

Langkah bijak untuk #KurangiRisiko adalah jalan menuju hidup yang lebih sehat dan sejahtera.”

Dimas Syailendra Ranadireksa

Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO)

Bagaimana kita bisa #SadarRisiko?

Risiko dapat kita temui dimana saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk mencegahnya, budaya #SadarRisiko mengedepankan kebijaksanaan dalam berpikir dan menilai suatu kondisi yang berpotensi berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. Kebijaksanaan ini dimulai melalui mengedepankan cara berpikir nanti bagaimana bukan bagaimana nanti dalam mengambil suatu keputusan.

Yuk jadi #SadarRisiko bersama MASINDO

MASINDO mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam budaya #SadarRisiko dan menerapkan strategi-strategi #KurangiRisiko demi masa depan yang lebih sehat dan sedikit risiko.

Cari tahu lebih lanjut melalui informasi di bawah ini

Kurangi Risiko Nyeri Punggung dengan Latihan Pilates
Kurangi Risiko Nyeri Punggung dengan Latihan Pilates

Pernahkah merasa punggung pegal, kaku, atau nyeri setelah seharian duduk di depan laptop? Gaya hidup modern yang menuntut kita duduk terlalu lama sering kali berdampak buruk pada postur tubuh dan kesehatan tulang belakang. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko nyeri punggung dalam jangka panjang.

Bau Asap yang Ganggu Percaya Diri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Bau Asap yang Ganggu Percaya Diri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sobat #SadarRisiko, pernahkah merasa tidak pede akibat bau asap yang menempel di tubuh dan pakaian? Penyebab utamanya adalah TAR, zat hasil proses pembakaran yang ada dalam asap. TAR mudah menempel pada rambut, pakaian, dan permukaan lain—dan lebih parahnya, bersifat karsinogenik serta dapat mengendap di paru-paru jika terhirup terus-menerus.

Wawancara Ketua MASINDO Dimas Syailendra Ranadireksa
Wawancara Ketua MASINDO Dimas Syailendra Ranadireksa

Pada tahun 2045, Indonesia akan berumur genap 100 tahun. Pada tahun 2030, Indonesia diproyeksikan memiliki bonus demografi atau penduduk usia produktif mencapai 68.3 persen dari total populasi, yang kemudian disebut dengan Generasi Emas. Menurut pemerintah, Generasi Emas ini merupakan nakhoda yang mengarahkan kemajuan atau masa depan bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi negara yang maju. 

Ikuti media sosial MASINDO!

Cek postingan dari kami untuk tips memulai #SadarRisiko!