Kembali Upaya Sadar Risiko

Risiko Demam Setelah Kehujanan

Pernahkah kalian mengalami demam setelah kehujanan? Apa iya hujan membuat kita sakit, atau itu hanya mitos saja?

Faktanya, hujan sendiri tidak langsung membuat kita demam. Sebenarnya, ketika kehujanan, paparan udara dingin membuat suhu tubuh kita menurun yang turut menyebabkan sistem imun kita melemah.

Di saat sistem imun kita melemah virus dan bakteri lebih gampang menyerang daya tahan tubuh. Hal ini yang menyebabkan risiko demam, pilek, dan batuk. Jadi, penyebab demam dari kehujanan sebenarnya adalah virus atau bakteri yang menyerang sistem imun kita saat sedang lemah, bukan karena ‘kehujanan-nya’ itu sendiri.

Apa sih yang terjadi di dalam tubuh ketika saat suhu tubuh kita turun?

Turunnya suhu tubuh dapat melemahkan respons imun yang bertugas melawan virus, sehingga seseorang lebih mudah tertular jika tubuhnya terus basah selama atau setelah kehujanan. Selain itu, ketika kedinginan, pembuluh darah di hidung ikut menyempit dan membuat sel darah putih sulit mencapai selaput lendir. Kondisi ini melemahkan pertahanan tubuh terhadap kuman sehingga virus lebih mudah masuk dan berkembang.

 

Jadi bagaimana #KurangiRisiko demam setelah kehujanan?

 

Image

  1. Pencegahan Sebelum Kehujanan: cek prakiraan cuaca di aplikasi sebelum beraktivitas. Jika hujan, pakai payung atau jas hujan saat keluar rumah. Jika tidak hujan, bawa payung lipat kecil di tas untuk jaga-jaga. Lebih baik repot bawa payung daripada sakit karena kehujanan.

  2. Segera Ganti Pakaian Basah: kalau sudah terlanjur kehujanan dan basah, lekas ganti ke pakaian kering sesegera mungkin. Jangan biarkan pakaian basah menempel di badan terlalu lama karena ini akan membuat tubuh kamu terus kehilangan panas. Kalau lagi di luar dan Sobat #SadarRisiko tidak bisa langsung ganti baju, keringkan badan dengan handuk atau tisu secepatnya.

  3. Hangatkan Tubuh dengan Minuman Hangat: minumlah minuman hangat seperti teh, jahe, atau susu hangat untuk mengembalikan suhu tubuh. Minuman hangat membantu tubuh cepat kembali ke suhu normal dan membuat kamu merasa lebih nyaman. Jahe juga punya kandungan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

  4. Mandi Air Hangat: segera mandi dengan air hangat setelah kehujanan untuk membersihkan tubuh dari kuman sekaligus mengembalikan suhu tubuh menjadi normal. Air hangat juga membantu melancarkan peredaran darah yang sempat terganggu karena kedinginan.

  5. Konsumsi Vitamin untuk Imunitas: minum vitamin C dan vitamin D untuk meningkatkan imunitas tubuh. Secara khusus, Vitamin D penting karena paparan sinar matahari berkurang saat musim hujan. Kamu juga bisa konsumsi makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, dan protein untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat.

  6. Istirahat yang Cukup: jika merasa tubuh mulai tidak enak setelah kehujanan, segera istirahat yang cukup. Tidur adalah cara terbaik untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh.

“Siap payung sebelum hujan itu bukan sekadar pepatah, itu tandanya kalau kita lebih #SadarRisiko.”

Meskipun terkadang tidak dapat menghindari kehujanan, yang penting adalah kamu tahu cara
#KurangiRisiko dan #SadarRisiko setelah kehujanan.

Ingat, bukan hujannya yang bikin sakit, tapi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh karena suhu
tubuh yang menurun dan sistem imun yang melemah setelah kehujanan.

Share artikel ini kepada teman dan keluarga supaya mereka juga semakin #SadarRisiko dan tahu cara #KurangiRisiko demam setelah kehujanan!

Sumber: detikHealth. (2024, November 19). Benarkah Kehujanan Bisa Bikin Sakit? Ini Penjelasannya.
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7645896/benarkah-kehujanan-bisa-bikin-sakit-ini-penjelasannya

 

Artikel Lainnya

Visi Indonesia Emas 2045: Diancam Polusi Udara dan Kebiasaan Buruk

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Visi Indonesia Emas 2045: Diancam Polusi Udara dan Kebiasaan Buruk

Tak bisa dipungkiri bahwa polusi udara jadi kata kunci yang paling banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, kualitas udara di Jakarta dan wilayah sekitarnya berada di zona merah selama beberapa bulan terakhir.

Membangun kebiasaan olahraga yang efektif dalam upaya sadar risiko

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Membangun kebiasaan olahraga yang efektif dalam upaya sadar risiko

Tidak perlu diragukan lagi bahwa olahraga merupakan aktivitas positif yang harus kita lakukan secara rutin untuk mengurangi risiko kesehatan yang dapat timbul di zaman serba cepat ini. Dengan rutin berolahraga kita dapat terhindar dari berbagai risiko kesehatan seperti diabetes, kanker, ataupun stroke. Jika kita belum bisa secara rutin berolahraga, tidak ada kata terlambat, simak artikel berikut untuk tahu tips dan trik membangun kebiasaan olahraga yang efektif!

Kurangi Risiko Nyeri Punggung dengan Latihan Pilates

Upaya Sadar Risiko

Kurangi Risiko Nyeri Punggung dengan Latihan Pilates

Pernahkah merasa punggung pegal, kaku, atau nyeri setelah seharian duduk di depan laptop? Gaya hidup modern yang menuntut kita duduk terlalu lama sering kali berdampak buruk pada postur tubuh dan kesehatan tulang belakang. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko nyeri punggung dalam jangka panjang.