Pernahkah kalian mengalami demam setelah kehujanan? Apa iya hujan membuat kita sakit, atau itu hanya mitos saja?
Faktanya, hujan sendiri tidak langsung membuat kita demam. Sebenarnya, ketika kehujanan, paparan udara dingin membuat suhu tubuh kita menurun yang turut menyebabkan sistem imun kita melemah.
Di saat sistem imun kita melemah virus dan bakteri lebih gampang menyerang daya tahan tubuh. Hal ini yang menyebabkan risiko demam, pilek, dan batuk. Jadi, penyebab demam dari kehujanan sebenarnya adalah virus atau bakteri yang menyerang sistem imun kita saat sedang lemah, bukan karena ‘kehujanan-nya’ itu sendiri.
Apa sih yang terjadi di dalam tubuh ketika saat suhu tubuh kita turun?
Turunnya suhu tubuh dapat melemahkan respons imun yang bertugas melawan virus, sehingga seseorang lebih mudah tertular jika tubuhnya terus basah selama atau setelah kehujanan. Selain itu, ketika kedinginan, pembuluh darah di hidung ikut menyempit dan membuat sel darah putih sulit mencapai selaput lendir. Kondisi ini melemahkan pertahanan tubuh terhadap kuman sehingga virus lebih mudah masuk dan berkembang.
“Siap payung sebelum hujan itu bukan sekadar pepatah, itu tandanya kalau kita lebih #SadarRisiko.”
Meskipun terkadang tidak dapat menghindari kehujanan, yang penting adalah kamu tahu cara
#KurangiRisiko dan #SadarRisiko setelah kehujanan.
Ingat, bukan hujannya yang bikin sakit, tapi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh karena suhu
tubuh yang menurun dan sistem imun yang melemah setelah kehujanan.
Share artikel ini kepada teman dan keluarga supaya mereka juga semakin #SadarRisiko dan tahu cara #KurangiRisiko demam setelah kehujanan!
Sumber: detikHealth. (2024, November 19). Benarkah Kehujanan Bisa Bikin Sakit? Ini Penjelasannya.
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7645896/benarkah-kehujanan-bisa-bikin-sakit-ini-penjelasannya
Sobat #SadarRisiko pernah merasa kesal waktu ada asap yang masuk ke dalam rumah? Kekesalanmu bisa dipahami karena menghirup udara bersih adalah hak semua orang! Apalagi faktanya, asap juga mengandung TAR yang bisa memicu perkembangan sel kanker.
Tidak perlu diragukan lagi bahwa olahraga merupakan aktivitas positif yang harus kita lakukan secara rutin untuk mengurangi risiko kesehatan yang dapat timbul di zaman serba cepat ini. Dengan rutin berolahraga kita dapat terhindar dari berbagai risiko kesehatan seperti diabetes, kanker, ataupun stroke. Jika kita belum bisa secara rutin berolahraga, tidak ada kata terlambat, simak artikel berikut untuk tahu tips dan trik membangun kebiasaan olahraga yang efektif!
Sobat #SadarRisiko, pernahkah merasa tidak pede akibat bau asap yang menempel di tubuh dan pakaian? Penyebab utamanya adalah TAR, zat hasil proses pembakaran yang ada dalam asap. TAR mudah menempel pada rambut, pakaian, dan permukaan lain—dan lebih parahnya, bersifat karsinogenik serta dapat mengendap di paru-paru jika terhirup terus-menerus.