Kembali Upaya Sadar Risiko

Di Balik Kata “Aman” - Risiko Stres terhadap Tubuh

Kita sering merasa dan mengatakan “Aman…” ketika ditanya mengenai keadaan kita, padahal sebenarnya lagi merasa cemas, gelisah, atau banyak pikiran. Tahukah kamu kalau tubuh kita sebenarnya sulit dibohongi saat sedang mengalami stress? Saat mengalami stres, tubuh langsung bereaksi dengan memproduksi hormon kortisol dan membuat organ-organ berada dalam mode siaga. Karena itu, meskipun terlihat tenang di luar, tubuh tetap menunjukkan tanda-tanda tekanan.

Stres sendiri sebenarnya adalah reaksi alami tubuh saat menghadapi tantangan, ancaman, atau perubahan. Dalam kadar tertentu, stres bisa membantu kita lebih fokus dan sigap, misalnya saat mengejar deadline atau menghadapi situasi yang mengancam keamanan diri. Namun masalah akan muncul ketika stres berlangsung terus-menerus dan menjadi stres kronis.

Stres kronis terjadi ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi tertekan akibat masalah pekerjaan, hubungan, keuangan, atau tekanan hidup lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Ketika mengalami stres, tubuh biasanya memberikan berbagai sinyal, seperti:

  • Jantung berdebar lebih cepat;
  • Otot terasa tegang atau nyeri;
  • Sakit perut dan gangguan pencernaan;
  • Sulit tidur atau insomnia;
  • Napas terasa berat atau sering menghela napas panjang;
  • Nafsu makan berubah, baik meningkat maupun menurun.

Kita perlu #SadarRisiko bahwa reaksi tersebut terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman melalui respons “fight or flight”.

Saat stres muncul, tubuh memproduksi hormon kortisol. Dalam kondisi normal, kortisol membantu tubuh mengatur energi, metabolisme, dan respons terhadap tekanan. Namun, jika stres berlangsung lama, kadar kortisol akan terus meningkat. Kortisol yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, terutama sistem kekebalan atau sistem imun tubuh kita.

Hal tersebut dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan dalam kondisi tertentu, gangguan itu juga dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.

Beberapa dampak stres berlebihan terhadap tubuh kita, antara lain:

  • Penurunan jumlah sel darah putih;
  • Tubuh lebih mudah terkena flu, batuk, dan infeksi;
  • Penyembuhan luka menjadi lebih lambat;
  • Respons tubuh terhadap vaksin menurun;
  • Risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan pencernaan meningkat.

Image

Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan stres yang terus-menerus.

Bagaimana agar kita dapat mengelola stress? Berikut beberapa cara sederhana #KurangiRisiko dampak stres yang dapat membantu:

  1. Kenali Pemicu Stres: cari tahu apa yang paling sering membuat kamu tertekan, lalu coba hadapi secara bertahap dan realistis;
  2. Tetap Aktif Bergerak: olahraga membantu tubuh melepaskan endorfin yang dapat memperbaiki mood dan mengurangi stres. Tidak perlu berat, cukup jalan kaki, stretching, bersepeda, atau aktivitas ringan lainnya minimal 150 menit per minggu;
  3. Tidur yang Cukup: tidur 7–8 jam setiap malam membantu tubuh memulihkan energi dan menjaga keseimbangan hormon;
  4. Konsumsi Makanan Sehat: pilih makanan bergizi seperti buah, sayur, ikan, kacang-kacangan, dan makanan tinggi antioksidan dan kurangi konsumsi gula, kafein dan alkohol berlebihan;
  5. Lakukan Relaksasi: meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh;
  6. Jaga Hubungan Sosial: berbicara dengan keluarga atau teman terpercaya dapat membantu mengurangi beban pikiran dan memberikan dukungan emosional;
  7. Kelola Waktu dengan Baik: susun prioritas dan hindari melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Pecah tugas besar menjadi langkah kecil yang lebih mudah dikerjakan;
  8. Luangkan Waktu untuk Hobi: melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu mengalihkan pikiran dari tekanan dan memperbaiki suasana hati.

Jika stres terasa terlalu berat dan sulit dikendalikan sendiri, jangan ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

Stres adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi stres berlebihan dapat berdampak serius meningkatkan risiko kesehatan tubuh dan sistem imun. Akui stresnya, kelola dengan baik, dan jaga diri karena kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Kalau kamu, punya tips lainnya atau topik yang ingin diangkat? Komen di media sosial MASINDO ya…

Artikel Lainnya

#SadarRisiko Makan Olahan Tepung Berlebihan - Berat Badan Bertambah, Risiko Sakit Mengintai

Pendekatan Pengurangan Bahaya

#SadarRisiko Makan Olahan Tepung Berlebihan - Berat Badan Bertambah, Risiko Sakit Mengintai

Sarapan atau makan dengan roti panggang atau ngemil biskuit saat istirahat memang praktis dan cepat. Jenis makanan ini juga memiliki variasi rasa sesuai selera. Namun, sadarkah kita bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan olahan tepung secara berlebihan dapat membawa dampak serius bagi kesehatan?

Mengurangi Risiko Sakit Perut Saat Berpuasa

Upaya Sadar Risiko

Mengurangi Risiko Sakit Perut Saat Berpuasa

Memasuki bulan suci Ramadan, banyak orang mengalami keluhan sakit perut saat berpuasa, termasuk GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung. Kondisi ini seringkali membuat ibadah puasa menjadi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa sebenarnya penyebab sakit perut selama puasa dan bagaimana cara mengurangi risikonya?

Udara Bersih Hak Semua Orang: Mengenal TAR dalam Asap

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Udara Bersih Hak Semua Orang: Mengenal TAR dalam Asap

Sobat #SadarRisiko pernah merasa kesal waktu ada asap yang masuk ke dalam rumah? Kekesalanmu bisa dipahami karena menghirup udara bersih adalah hak semua orang! Apalagi faktanya, asap juga mengandung TAR yang bisa memicu perkembangan sel kanker.