Kita sering merasa dan mengatakan “Aman…” ketika ditanya mengenai keadaan kita, padahal sebenarnya lagi merasa cemas, gelisah, atau banyak pikiran. Tahukah kamu kalau tubuh kita sebenarnya sulit dibohongi saat sedang mengalami stress? Saat mengalami stres, tubuh langsung bereaksi dengan memproduksi hormon kortisol dan membuat organ-organ berada dalam mode siaga. Karena itu, meskipun terlihat tenang di luar, tubuh tetap menunjukkan tanda-tanda tekanan.
Stres sendiri sebenarnya adalah reaksi alami tubuh saat menghadapi tantangan, ancaman, atau perubahan. Dalam kadar tertentu, stres bisa membantu kita lebih fokus dan sigap, misalnya saat mengejar deadline atau menghadapi situasi yang mengancam keamanan diri. Namun masalah akan muncul ketika stres berlangsung terus-menerus dan menjadi stres kronis.
Stres kronis terjadi ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi tertekan akibat masalah pekerjaan, hubungan, keuangan, atau tekanan hidup lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
Ketika mengalami stres, tubuh biasanya memberikan berbagai sinyal, seperti:
Kita perlu #SadarRisiko bahwa reaksi tersebut terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman melalui respons “fight or flight”.
Saat stres muncul, tubuh memproduksi hormon kortisol. Dalam kondisi normal, kortisol membantu tubuh mengatur energi, metabolisme, dan respons terhadap tekanan. Namun, jika stres berlangsung lama, kadar kortisol akan terus meningkat. Kortisol yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, terutama sistem kekebalan atau sistem imun tubuh kita.
Hal tersebut dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan dalam kondisi tertentu, gangguan itu juga dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.
Beberapa dampak stres berlebihan terhadap tubuh kita, antara lain:
Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan stres yang terus-menerus.
Jika stres terasa terlalu berat dan sulit dikendalikan sendiri, jangan ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.
Stres adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi stres berlebihan dapat berdampak serius meningkatkan risiko kesehatan tubuh dan sistem imun. Akui stresnya, kelola dengan baik, dan jaga diri karena kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Kalau kamu, punya tips lainnya atau topik yang ingin diangkat? Komen di media sosial MASINDO ya…
Tingkat kesadaran masyarakat terhadap risiko masih tergolong rendah. Kondisi tersebut mendorong terbentuknya Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo), perkumpulan individu dan organisasi dengan persamaan pandangan
Sobat #SadarRisiko, pernahkah merasa tidak pede akibat bau asap yang menempel di tubuh dan pakaian? Penyebab utamanya adalah TAR, zat hasil proses pembakaran yang ada dalam asap. TAR mudah menempel pada rambut, pakaian, dan permukaan lain—dan lebih parahnya, bersifat karsinogenik serta dapat mengendap di paru-paru jika terhirup terus-menerus.
Polusi udara adalah salah satu masalah lingkungan mendesak yang dihadapi kota besar, seperti Jakarta. Hampir setiap hari, kualitas udara di Jakarta melampaui ambang batas Particulate Matter (PM) yang ditetapkan oleh WHO hingga 8 sampai 12 kali lipat. Tidak heran, Jakarta nyaris selalu menduduki peringkat 15 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.