Belakangan ini, media sosial dan pusat-pusat kebugaran lagi dipenuhi orang lari mendorong sled, mengangkat sandbag sambil berlari dan berlatih dengan intensitas tinggi. Sekilas terlihat seperti latihan militer, tapi sebenarnya mereka sedang melakukan Hyrox, olahraga yang memang sedang naik daun di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kamu tertarik untuk mencobanya?
Hyrox adalah kompetisi fitness yang menggabungkan lari dan latihan gerak fungsional. Pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 2017, Hyrox kini berkembang menjadi salah satu tren olahraga yang mendunia.
Apa saja gerakan dalam Hyrox? Formatnya cukup sederhana, tapi menantang: lari 1 kilometer, dilanjutkan 1 sesi gerak fungsional, diulang sebanyak 8 kali! Gerakan fungsional yang dimaksud ada di dalam Hyrox diantaranya:
Saat diperlombakan, Hyrox juga punya beberapa kategori mulai dari Single, Doubles, sampai Relay, sehingga bisa dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman. Menariknya lagi, format lombanya dibuat sama di seluruh dunia sehingga peserta bisa membandingkan hasil mereka secara global. Hyrox juga cepat populer karena olahraga ini dianggap sebagai “tantangan sesungguhnya” yang bukan hanya fokus membentuk otot atau mengejar pace lari, tapi benar-benar melatih tubuh secara menyeluruh.
Secara umum, Hyrox membantu meningkatkan kekuatan otot, stamina dan kardiovaskular tubuh, stabilitas dan koordinasi gerakan serta ketahanan mental saat berolahraga. Dengan intensitasnya yang cukup tinggi, Hyrox juga sering dikaitkan dengan pembakaran kalori dan penurunan berat badan kalau dibarengi pola hidup sehat.
Selain manfaat fisik, banyak orang juga menyukai sisi komunitas dan sosialnya, karena latihan Hyrox bisa dilakukan bersama-sama dengan teman-teman sehingga terasa lebih seru dan memotivasi. Banyak peserta Hyrox yang pada akhirnya jadi punya circle olahraga baru karena rutin ikut kelas atau event Hyrox.
Walaupun terlihat seru, Hyrox termasuk olahraga dengan intensitas yang tinggi dan karena itu, persiapan latihan yang tepat sangat penting supaya tubuh tidak “kaget” saat menjalaninya. Sebagaimana olahraga lainnya, kita perlu #SadarRisiko dan #KurangiRisiko saat berlatih Hyrox.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mencoba Hyrox:
Sama seperti olahraga intens lainnya, Hyrox juga memiliki risiko cedera apabila dilakukan tanpa persiapan yang cukup. Cedera otot dan keseleo hingga patah tulang atau dislokasi, selain cedera yang lebih parah seperti masalah jantung bisa saja terjadi.
Risiko tersebut akan meningkat ketika kita terlalu memaksakan diri, kurang recovery, atau menggunakan teknik yang kurang tepat saat berlatih. Sangat penting untuk #SadarRisiko dan mengenali batas kemampuan tubuh sendiri. #KurangiRisiko cedera dan jangan terpancing untuk langsung mengikuti intensitas latihan orang lain!
Olahraga apapun yang kita pilih asalkan mengurangi malas gerak sekaligus #KurangiRisiko penyakit yang bisa timbul karena gaya hidup sedentari, pasti akan terasa manfaatnya. Tidak perlu terburu-buru untuk menjadi yang paling cepat atau paling kuat dan lebih baik fokus saja membangun konsistensi dan menikmati prosesnya.
Share pengalaman seru olahraga yang kamu sukai di kolom media sosial MASINDO ya…
Pada tahun 2024 ini, fenomena cuaca panas ekstrem, yaitu ketika suhu udara mencapai lebih dari 1 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata suhu selama setahun ke belakang, tengah melanda berbagai daerah di penjuru dunia, baik itu di Eropa, Timur Tengah, sebagian Benua Amerika, hingga Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo) Dimas Syailendra mendorong masyarakat untuk bertindak dengan memikirkan risiko atau konsekuensinya.
Makanan yang dibakar, seperti BBQ, sate, dan ayam bakar, memiliki cita rasa yang khas dan disukai banyak orang. Tak heran jika kita kerap kali menemukan menu makanan yang dibakar dalam rumah-rumah makan yang kita kunjungi.