Kapan terakhir kali Sobat #SadarRisiko mengganti sikat gigi? Kalau sudah lebih dari tiga bulan, atau bahkan tidak ingat lagi kapan terakhir menggantinya, saatnya periksa sikat gigimu sekarang juga! Kebiasaan menunda mengganti sikat gigi bisa membawa dampak serius bagi kesehatan mulut, gigi, bahkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sikat gigi yang dipakai terlalu lama dapat menjadi tempat berkembang biaknya jutaan kuman dan bakteri berbahaya, mulai dari E. Coli, Candida albicans, hingga Herpes simplex. Mikroorganisme ini bisa berasal dari mulut, cipratan air WC, wastafel, maupun penyimpanan sikat gigi yang tidak tepat.
Bayangkan, setiap kali menyikat gigi dengan sikat yang sudah terkontaminasi, kita justru memasukkan kembali bakteri berbahaya ke dalam mulut.
Setelah #SadarRisiko akan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut di atas, kita sebaiknya melakukan penggantian:
Namun, ganti lebih cepat untuk semakin #KurangiRisiko jika:
Sobat #SadarRisiko, selain rutin mengganti, penting juga menjaga kebersihan sikat gigi:
Mengganti sikat gigi setiap tiga bulan mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya besar bagi kesehatan jangka panjang. Ingat, sikat baru jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan gigi dan penyakit mulut.
Yuk, mulai #SadarRisiko dari Kebiasaan Sederhana.
Buatlah pengingat untuk rutin mengganti sikat gigi. Ajak keluarga dan teman-teman untuk ikut #KurangiRisiko dengan menjaga kesehatan mulut sejak dini.
Baca juga artikel lain dari MASINDO dan jangan lupa like dan share artikel ini agar semakin banyak orang sadar pentingnya menjaga kebersihan diri.
#SadarRisiko #KurangiRisiko #MASINDO
Serangan jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 merupakan beberapa contoh penyakit yang mungkin sudah tidak asing di telinga kita. Ketiga penyakit tersebut merupakan contoh penyakit yang tergolong dalam kelompok penyakit tidak menular (PTM). Perlu diketahui, risiko seseorang terkena PTM dapat meningkat ketika ia mengalami sindrom metabolik.
Pada tahun 2024 ini, fenomena cuaca panas ekstrem, yaitu ketika suhu udara mencapai lebih dari 1 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata suhu selama setahun ke belakang, tengah melanda berbagai daerah di penjuru dunia, baik itu di Eropa, Timur Tengah, sebagian Benua Amerika, hingga Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 2024, Indonesia akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-79. Momentum ini menjadi pengingat bahwa hanya tersisa 21 tahun lagi menuju Indonesia Emas 2045, saat negara kita genap berusia 100 tahun. Di tengah euforia perayaan kemerdekaan, muncul pertanyaan penting: Sudahkah kita siap menghadapi tantangan masa depan?