REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Individu maupun organisasi budaya sadar risiko di Kota Bandung membentuk perkumpulan Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo). Perkumpulan tersebut terbentuk melalui persamaan pandangan dan visi untuk memasyarakatkan budaya sadar risiko.
Kepala Bidang Ketahanan, Ekonomi, sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Kota Bandung, Apep Insan Farid menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan Masindo untuk membangun kesadaran terhadap perilaku berisiko di masyarakat. Hal itu karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun paradigma di masyarakat.
"Di sini kita memerlukan peran serta komunitas seperti Masindo untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum," kata Apep pada acara "Festival Masindo: Road to Hari Sadar Risiko 2022" di Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (4/12/2022).
Ketua Masindo, Dimas Syailendra R menuturkan, masyarakat seringkali bertindak tanpa menyadari risiko dari tindakannya tersebut. Karena itu, Masindo hadir untuk mewujudkan visi menjadikan masyarakat Indonesia yang sadar dan peduli risiko untuk hidup lebih sehat secara jasmani dan rohani.
"Untuk merealisasikan visi tersebut, Masindo berupaya membangun kesadaran mengenai risiko, dampak dan strategi menguranginya," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (6/12/2022).
Salah satu upaya aktif Masindo adalah melakukan edukasi terkait konsep pengurangan bahaya (harm reduction) guna mengurangi risiko kesehatan, lingkungan, dan sosial terkait dengan kebiasaan tertentu. Konsep pengurangan bahaya memperkenalkan masyarakat pada alternatif yang lebih rendah risiko, terutama jika berhenti total sulit dilakukan.
"Konsep ini telah banyak diadopsi dalam kebijakan pemerintah maupun kebiasaan masyarakat, contoh yang paling sering ditemui belakangan ini adalah penerapan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko terpapar virus," ujar Dimas. Dia menambahkan, beberapa contoh lain dari pengurangan bahaya, seperti menggunakan sabuk pengaman dan helm saat berkendara, hingga subtitusi kantong plastik sekali pakai.
Presidium Jakatarub, Wawan Gunawan menyebutkan, pentingnya konsep sadar risiko dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi Kota Bandung yang memiliki komposisi penduduk yang beragam. Ciri heterogenitas sosial Kota Kembang tampak jelas, dengan persebaran para pendatang yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama.
Keberagaman identitas selalu dapat memantik konflik selama dimaknai sebagai ajang rivalitas tak sehat. "Seseorang cenderung menjadi tidak moderat, toleran, dan mencintai perdamaian karena terbentuk oleh lingkungan. Risiko ini dapat kita hindari dengan membuka dialog persahabatan antaragama," terang Wawan.
sumber : republika.id
https://repjabar.republika.co.id/berita/rmgjb7484/masindo-ajak-warga-kota-bandung-tumbuhkan-budaya-sadar-risiko
Tidak perlu diragukan lagi bahwa olahraga merupakan aktivitas positif yang harus kita lakukan secara rutin untuk mengurangi risiko kesehatan yang dapat timbul di zaman serba cepat ini. Dengan rutin berolahraga kita dapat terhindar dari berbagai risiko kesehatan seperti diabetes, kanker, ataupun stroke. Jika kita belum bisa secara rutin berolahraga, tidak ada kata terlambat, simak artikel berikut untuk tahu tips dan trik membangun kebiasaan olahraga yang efektif!
Masyarakat, khususnya mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki peran krusial dalam menciptakan perubahan positif sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Partisipasi mereka mampu mengurangi risiko yang dapat menghambat kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Hal inilah yang membuat Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO) menginisiasi acara talkshow bertajuk “Unleashing Youth Power in Shaping the Future: Partisipasi Generasi Muda & Pembuatan Kebijakan Berbasis Sadar Risiko” sebagai upaya untuk mendorong masyarakat terlibat aktif dalam pembuatan kebijakan publik yang tepat.
Polusi udara, terutama di kota-kota besar, menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat modern di seluruh dunia. Dalam hal ini, WHO menetapkan pedoman parameter kualitas udara pada tahun 2021