Kembali Pendekatan Pengurangan Bahaya

Masyarakat Bertindak Memikirkan Risiko

Jakarta - Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo) Dimas Syailendra mendorong masyarakat untuk bertindak dengan memikirkan risiko atau konsekuensinya.

“Saat ini masyarakat masih sering bertindak tanpa berpikir mengenai konsekuensinya. Kondisi ini terjadi dalam banyak aspek kehidupan masyarakat seperti ekonomi, sosial, kesehatan, maupun ekologi atau lingkungan. Pendeknya, sering berbuat tanpa berpikir bagaimana risikonya,” ujar Dimas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Antara, kemarin.

Dimas memberi contoh dengan masih banyaknya masyarakat yang tertipu investasi bodong, berkendara motor namun tidak menggunakan helm, membuang sampah sembarangan, merokok, dan menebarkan kebencian di media sosial.

“Dari keprihatinan terhadap budaya masyarakat yang seperti ini melatarbelakangi berdirinya Masindo,” tambah dia.

Fokus pertama Masindo adalah bagaimana membangun budaya sadar risiko. Menurut Dimas, budaya sadar itu berbasis pada pola berpikir “nanti bagaimana”, bukan “bagaimana nanti”.

“Pola pikir "nanti bagaimana" akan membangun budaya berpikir, mencari tahu, mengonfirmasi apapun sebelum kita mengambil keputusan atau tindakan,” tegas Dimas.

Adapun fokus selanjutnya setelah menyebarluaskan mengenai budaya sadar risiko ialah upaya-upaya untuk mengurangi bahaya dari risiko yang ada. Dimas mengatakan mengurangi risiko adalah upaya mencari solusi rasional untuk mengurangi akibat yang mungkin ada.

“Jadi, sadar risiko adalah hal yang menurut kami perlu dibangun di dalam masyarakat. Kedua, mengapa mengurangi bahaya juga menjadi fokus karena sering kali risiko sulit dihindari,” terang dia.

Oleh sebab itu, Masindo bergerak untuk sosialisasi konsep dalam meminimalisasi risiko tersebut, salah satunya melalui penggunaan produk alternatif yang lebih rendah risiko baik bagi kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan lainnya.

Beberapa contoh ialah inovasi mobil listrik, kantong belanja biodegradable, hingga penggunaan produk tembakau alternatif seperti snus, vape, maupun produk tembakau yang dipanaskan untuk menekan risiko dari kebiasaan merokok. Dengan begitu masyarakat perlu mempunyai solusi untuk mengurangi risiko, jika itu memang kebiasaan tersebut sulit dihindari sepenuhnya.

“Misalnya dalam dunia investasi kita mengenal konsep risk management, untuk hal seperti ini,” kata Dimas.

Demi mencapai target tersebut, Dimas melanjutkan Masindo akan mengampanyekan isu sadar risiko dan pengurangan bahaya terhadap masyarakat dalam berbagai aspek melalui program dan kegiatan komunitas.

“Selain itu Masindo juga akan melakukan advokasi mengenai isu sadar risiko dan pengurangan bahaya ini kepada pihak-pihak berkepentingan lainnya yang dapat mendukung tercapainya tujuan tersebut,” terang Dimas. Ant

Artikel Lainnya

Bugar dan Segar dengan Mengurangi Risiko saat Hiking

Upaya Sadar Risiko

Bugar dan Segar dengan Mengurangi Risiko saat Hiking

Halo, Sobat #SadarRisiko! Siapa di sini yang gemar hiking atau mendaki gunung? Hiking adalah kegiatan berjalan kaki di alam terbuka, baik di dataran tinggi maupun pegunungan. Aktivitas fisik ini tergolong cukup intens karena tubuh bekerja lebih keras dari biasanya – bahkan dapat membakar kalori hingga 176 kalori setiap 30 menit!

Dimas Syailendra Ranadireksa Berbagi Visi Dalam Membangun Budaya #SadarRisiko

Upaya Sadar Risiko

Dimas Syailendra Ranadireksa Berbagi Visi Dalam Membangun Budaya #SadarRisiko

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap risiko dalam kehidupan sehari-hari masih perlu ditingkatkan. Sebagian masyarakat masih kerap bertindak tanpa memikirkan konsekuensi dan cara menanggulangi risiko tersebut. Kondisi inilah yang mendorong terbentuknya Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) pada tahun 2021.

Hidup Lebih Berkualitas dengan Memulai #SadarRisiko dan #KurangiRisiko Insomnia

Upaya Sadar Risiko

Hidup Lebih Berkualitas dengan Memulai #SadarRisiko dan #KurangiRisiko Insomnia

Sobat #SadarRisiko, pernahkah kalian berbaring di tempat tidur selama berjam-jam tanpa bisa tidur, atau sering terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk tertidur kembali? Mungkin kalian sedang mengalami insomnia, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kondisi ini bisa berlangsung dari beberapa hari hingga berbulan-bulan.