Kembali Upaya Sadar Risiko

Bugar dan Segar dengan Mengurangi Risiko saat Hiking

Halo, Sobat #SadarRisiko! Siapa di sini yang gemar hiking atau mendaki gunung?

Aktivitas ini memang menyenangkan dan menyehatkan, tetapi tahukah kamu bahwa hiking memberikan tantangan berbeda bagi tubuh kita dibanding sekadar jalan santai?

Hiking adalah kegiatan berjalan kaki di alam terbuka, baik di dataran tinggi maupun pegunungan. Aktivitas fisik ini tergolong cukup intens karena tubuh bekerja lebih keras dari biasanya – bahkan dapat membakar kalori hingga 176 kalori setiap 30 menit!

Namun, tanpa persiapan yang matang, hiking bisa menimbulkan risiko fisik seperti cedera otot dan sendi, kelelahan esktrem, sesak napas, hingga dehidrasi. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kecelakaan, tersesat, penurunan suhu tubuh drastis (hipotermia), hingga altitude sickness yang terjadi ketika tubuh kesulitan beradaptasi dengan tekanan udara rendah di ketingian – sehingga jumlah oksigen yang diserap tubuh berkurang. Luka akibat tergelincir atau terjatuh juga cukup sering terjadi, terutama bila membawa beban berat.

Nah, agar tetap #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko saat hiking, yuk siapkan fisik dan mental dengan langkah-langkah berikut:

  1. Latihan Kardiovaskular - Jogging, lari ringan, bersepeda, atau berenang dapat meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru secara bertahap;
  2. Latihan Angkat Beban – Perkuat otot punggung dan kaki agar tubuh terbiasa membawa ransel dan peralatan hiking lainnya;
  3. Latihan Kelenturan – Lakukan peregangan rutin atau yoga untuk menjaga fleksibilitas tubuh, sehingga lebih siap menghadapi medan menanjak dan licin;
  4. Naik-Turun Tangga – Latihan ini bisa jadi simulasi naik tanjakan saat hiking, sekaligus melatih otot kaki dan pernapasan – bahkan bisa dilakukan di dalam gedung atau rumah.

Selain latihan fisik, perlu juga melakukan persiapan berikut:

  • Pelajari jalur pendakian secara detail dan periksa prakiraan cuaca terbaru.
  • Siapkan mental untuk menghadapi kelelahan, cuaca yang berubah tiba-tiba, dan jalur yang menantang.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai medan, serta kenakan pakaian berlapis untuk mengantisipasi perubahan suhu.
  • Bawa peralatan navigasi seperti kompas atau GPS, serta kotak P3K untuk penanganan darurat. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup minum sebelum pendakian. Bawa camilan berenergi seperti trail mix atau energy bar, dan hindari alkohol agar tubuh tetap bugar di ketinggian.

Selama hiking atau mendaki:

  • Jalanlah sesuai kemampuan, beristirahatlah secara berkala, dan cukup minum air tanpa berlebihan.
  • Jangan memaksakan diri jika tubuh sudah lelah.
  • Ikuti jalur resmi untuk mencegah tersesat, dan sebaiknya hiking bersama teman untuk saling menjaga keselamatan. Segera turun jika muncul gejala serius seperti pusing hebat, mual muntah, sesak napas, nyeri dada, atau bengkak di kaki dan tangan. Dengarkan sinyal tubuh – keselamatan tetap yang utama!

Sobat #SadarRisiko, hiking akan semakin menyenangkan jika dilakukan dengan persiapan yang matang. Jadi, yuk rutin berlatih dan selalu utamakan keselamatan!

Ingin tips aktivitas luar ruangan dan informasi seputar pengurangan risiko lainnya? Ikuti terus media sosial MASINDO, dan tetap #SadarRisiko!

Artikel Lainnya

Visi Indonesia Emas 2045: Diancam Polusi Udara dan Kebiasaan Buruk

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Visi Indonesia Emas 2045: Diancam Polusi Udara dan Kebiasaan Buruk

Tak bisa dipungkiri bahwa polusi udara jadi kata kunci yang paling banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, kualitas udara di Jakarta dan wilayah sekitarnya berada di zona merah selama beberapa bulan terakhir.

Mengenal Padel: Olahraga Raket Seru, Perpaduan Tenis dan Squash

Upaya Sadar Risiko

Mengenal Padel: Olahraga Raket Seru, Perpaduan Tenis dan Squash

Sobat #SadarRisiko pernah dengar olahraga padel? Padel adalah perpaduan antara tenis dan squash yang mudah dimainkan, menyenangkan, dan punya sisi sosial yang kuat. Tak heran, padel makin popular di berbagai negara – termasuk di Indonesia, karena bisa melatih fisik sambil bersosialisasi dengan cara yang unik dan mengasyikkan.

Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan

Upaya Sadar Risiko

Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan

Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan? Inilah perilaku yang dikenal dengan istilah doom spending, yaitu suatu perilaku yang muncul dari rasa ketidakpastian akibat kecemasan dalam hidup.