Halo, Sobat #SadarRisiko! Siapa di sini yang gemar hiking atau mendaki gunung?
Aktivitas ini memang menyenangkan dan menyehatkan, tetapi tahukah kamu bahwa hiking memberikan tantangan berbeda bagi tubuh kita dibanding sekadar jalan santai?
Hiking adalah kegiatan berjalan kaki di alam terbuka, baik di dataran tinggi maupun pegunungan. Aktivitas fisik ini tergolong cukup intens karena tubuh bekerja lebih keras dari biasanya – bahkan dapat membakar kalori hingga 176 kalori setiap 30 menit!
Namun, tanpa persiapan yang matang, hiking bisa menimbulkan risiko fisik seperti cedera otot dan sendi, kelelahan esktrem, sesak napas, hingga dehidrasi. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kecelakaan, tersesat, penurunan suhu tubuh drastis (hipotermia), hingga altitude sickness yang terjadi ketika tubuh kesulitan beradaptasi dengan tekanan udara rendah di ketingian – sehingga jumlah oksigen yang diserap tubuh berkurang. Luka akibat tergelincir atau terjatuh juga cukup sering terjadi, terutama bila membawa beban berat.
Nah, agar tetap #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko saat hiking, yuk siapkan fisik dan mental dengan langkah-langkah berikut:
Selain latihan fisik, perlu juga melakukan persiapan berikut:
Selama hiking atau mendaki:
Sobat #SadarRisiko, hiking akan semakin menyenangkan jika dilakukan dengan persiapan yang matang. Jadi, yuk rutin berlatih dan selalu utamakan keselamatan!
Ingin tips aktivitas luar ruangan dan informasi seputar pengurangan risiko lainnya? Ikuti terus media sosial MASINDO, dan tetap #SadarRisiko!
Sobat #SadarRisiko, menurut BMKG, musim kemarau akan dimulai pada Mei dan mencapai puncaknya pada Juni hingga Agustus 2025. Meski itu berarti langit cerah disertai matahari bersinar, musim ini juga membawa risiko serius yang perlu diantisipasi.
Tidur yang cukup sangat penting untuk memperbaiki kerusakan sel dan jaringan, serta mendukung kesehatan fisik maupun emosional. Sebaliknya, tidak mendapatkan tidur yang cukup karena begadang dapat menyebabkan banyak risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
Lebih dari sekedar gimmick yang bersifat jangka pendek, Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) mencoba untuk memberi paparan terkait isu bahaya tembakau serta pilihan alternatif yang lebih baik, yang saat ini dapat diakses bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti dari kebiasaannya.