Halo, Sobat #SadarRisiko! Siapa di sini yang gemar hiking atau mendaki gunung?
Aktivitas ini memang menyenangkan dan menyehatkan, tetapi tahukah kamu bahwa hiking memberikan tantangan berbeda bagi tubuh kita dibanding sekadar jalan santai?
Hiking adalah kegiatan berjalan kaki di alam terbuka, baik di dataran tinggi maupun pegunungan. Aktivitas fisik ini tergolong cukup intens karena tubuh bekerja lebih keras dari biasanya – bahkan dapat membakar kalori hingga 176 kalori setiap 30 menit!
Namun, tanpa persiapan yang matang, hiking bisa menimbulkan risiko fisik seperti cedera otot dan sendi, kelelahan esktrem, sesak napas, hingga dehidrasi. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kecelakaan, tersesat, penurunan suhu tubuh drastis (hipotermia), hingga altitude sickness yang terjadi ketika tubuh kesulitan beradaptasi dengan tekanan udara rendah di ketingian – sehingga jumlah oksigen yang diserap tubuh berkurang. Luka akibat tergelincir atau terjatuh juga cukup sering terjadi, terutama bila membawa beban berat.
Nah, agar tetap #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko saat hiking, yuk siapkan fisik dan mental dengan langkah-langkah berikut:
Selain latihan fisik, perlu juga melakukan persiapan berikut:
Selama hiking atau mendaki:
Sobat #SadarRisiko, hiking akan semakin menyenangkan jika dilakukan dengan persiapan yang matang. Jadi, yuk rutin berlatih dan selalu utamakan keselamatan!
Ingin tips aktivitas luar ruangan dan informasi seputar pengurangan risiko lainnya? Ikuti terus media sosial MASINDO, dan tetap #SadarRisiko!
Minimnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap risiko di sekitarnya dan cara menanggulanginya mendorong terbentuknya Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO)
Tahukah Sobat #SadarRisiko bahwa banyak inovasi yang kita gunakan saat ini muncul dari kesadaran terhadap hal-hal yang berisiko dan berpotensi mengganggu kenyamanan maupun kualitas hidup kita? Ketika kita memahami kondisi di sekitar dan ingin hidup lebih baik, muncul dorongan untuk menciptakan solusi yang lebih efisien, sehat, dan ramah lingkungan.
Mengapa kalau kita lagi traveling ke luar negeri bisa berjalan kaki kemana-mana dengan mudahnya, tetapi ketika di Indonesia, berjalan jarak dekat saja terasa berat sekali? Fenomena ini ternyata ada benarnya. Berdasarkan riset Stanford University yang melibatkan 717.627 orang dari 111 negara, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling malas berjalan kaki di dunia.