Hai Sobat #SadarRisiko! Apakah kamu sudah coba banyak produk skincare dan justru mengalami iritasi kulit?
Tahukah kamu bahwa salah memilih skincare bisa berdampak buruk untuk kesehatanmu?
Banyak yang belum tahu bahwa secara massa, kulit merupakan organ terbesar pada tubuh kita. Ketika menggunakan produk yang salah, alih-alih merawat kulit dan mendapatkan penampilan prima, kita berpotensi mengalami bisa masalah yang serius bagi kesehatan.
Salah memilih produk skincare dapat terjadi ketika kita memilih produk tanpa #SadarRisiko. Akibatnya, kulit mengalami iritasi, alergi, hingga kerusakan serta infeksi.
Sebagai ilustrasi, kita dapat saja menggunakan produk karena mengikuti tren di media sosial berdasarkan rekomendasi influencer, tanpa terlebih dahulu memperhatikan kegunaan maupun kandungan bahan-bahan di dalamnya.
Ini akan berdampak buruk pada kulit karena produk yang digunakan tidak sesuai jenis kulit kita yang dapat saja cenderung kering, berminyak atau sensitif. Tanpa memperhatikan label produk, bisa saja produk tersebut ternyata belum terdaftar pada BPOM serta mengandung bahan-bahan berbahaya seperti timbal, hidrokuinon berlebihan (bahan untuk mencerahkan kulit), bahkan merkuri.
Untuk #KurangiRisiko salah pilih skincare, sebaiknya kita lakukan dulu langkah-langkah di bawah ini:
Langkah paling tepat untuk semakin #SadarRisiko dan #KurangiRisiko adalah dengan berkonsultasi kepada dokter kulit, terutama jika kita mengetahui bahwa kita memiliki kulit yang sensitif dan rentan risiko. Jangan tergiur harga murah dan jangan menggunakan produk palsu atau tiruan. Dapatkan review yang tepercaya dari ahli kecantikan dan kesehatan yang kredibel.
Sobat #SadarRisiko, kulit sehat berawal dari pilihan cerdas. Mulai sekarang dan ke depannya mari lebih teliti, cerdas, dan bijak dalam memilih produk perawatan kulit.
Ingin informasi kesehatan dan bahasan mengenai topik-topik lainnya? Ikuti terus media sosial MASINDO dan tetap #SadarRisiko!
Polusi udara, terutama di kota-kota besar, menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat modern di seluruh dunia. Dalam hal ini, WHO menetapkan pedoman parameter kualitas udara pada tahun 2021
Coba perhatikan kembali lamanya penggunaan perangkat digital kita. Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial, bermain game, atau menonton tayangan secara streaming? Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti mengakses media sosial dapat berkembang menjadi pola yang berlebihan dan berdampak pada kualitas hidup kita sehari-hari.
Pernahkah kita berpikir tentang kesehatan otak kita untuk jangka panjang? Tahukah bahwa kebiasaan yang kita lakukan hari ini dapat mempengaruhi kesehatan otak kita puluhan tahun ke depan?