Kembali Upaya Sadar Risiko

Kenapa Kita Perlu untuk Sadar Risiko?

Seberapa sering kita meremehkan suatu hal, tapi ternyata hal itu kemudian menjadi masalah untuk kita? Hal-hal kecil seperti lupa charge HP, menunda tidur, malas olahraga, sampai kebiasaan yang sebenarnya berdampak besar untuk kesehatan dan kehidupan jangka panjang seringkali kita anggap sepele namun setelah diabaikan malah jadi merepotkan.

Pernah mengalami handphone mati total padahal kamu lagi meeting online atau lagi mau bayar menggunakan QRIS? Atau kamu jadi sakit gara-gara kehujanan karena tidak membawa payung atau jas hujan? Mungkin kamu pernah mengabaikan ban yang kurang angin dan menunda periksa ke tukang ban, ternyata bocor dan kamu terpaksa susah-susah mendorongnya?

Situasi seperti di atas menunjukkan satu hal penting: sadar risiko bisa membantu kita lebih siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga.

Apa Itu Sadar Risiko?

Sadar risiko bukan berarti jadi orang yang overthinking atau takut mencoba hal baru. Justru sebaliknya, sadar risiko membantu kita mengambil keputusan dengan lebih bijak dan lebih siap menghadapi konsekuensinya. Dalam kehidupan sehari-hari, risiko selalu ada. Mulai dari risiko kesehatan, keuangan, pekerjaan, sampai kebiasaan kecil yang dampaknya baru terasa di kemudian hari.

Orang yang sadar risiko biasanya tidak langsung bertindak impulsif. Mereka cenderung berhenti sejenak, memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi, lalu mencari cara untuk mengurangi dampak buruknya.

Banyak masalah yang lebih besar sebenarnya bisa dicegah atau diminimalisir, kalau kita lebih sadar risiko sejak awal. Beberapa contoh sederhana mencakup membawa powerbank supaya tidak kehabisan baterai hape, tidur cukup supaya tubuh tidak gampang drop, mengurangi konsumsi gula dan processed food untuk menjaga kesehatan dan menyiapkan dana darurat untuk kondisi tak terduga yang mungkin saja terjadi di luar dugaan.

Memperhatikan hal-hal tersebut bukan berarti kita paranoid, sebaliknya menjadi bentuk persiapan supaya hidup lebih aman dan terkontrol. Sadar risiko juga membantu kita lebih tenang saat menghadapi masalah. Karena ketika sesuatu terjadi, kita sudah punya rencana atau setidaknya lebih siap menghadapinya.

 

Image

Cara Melatih Diri Supaya Lebih Sadar Risiko

Kebiasaan untuk lebih #SadarRisiko sebenarnya bisa dilatih pelan-pelan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Berhenti sebentar dan berpikir sebelum mengambil keputusan: biasakan berhenti sejenak dan berpikir sebelum bertindak, terutama untuk keputusan yang penting;
  2. Pikirkan Kemungkinan yang Bisa Terjadi: pikirkan tentang apa saja skenario yang mungkin terjadi baik yang berdampak positif dan juga yang negatif;
  3. Fokus Mengurangi Dampak: tidak semua risiko bisa dihindari tapi banyak risiko yang dampaknya bisa dikurangi lewat persiapan yang lebih baik;
  4. Mulai dari Kebiasaan Kecil: sadar risiko tidak harus dimulai dari hal besar, sebaliknya kebiasaan kecil sehari-hari sering jadi langkah awal yang paling realistis untuk membangun kebiasaan yang lebih baik lagi.

Contoh Kebiasaan Sadar Risiko

Ada banyak kebiasaan sederhana yang bisa membantu mengurangi risiko dalam kehidupan sehari-hari, misalnya berhenti membakar sampah, memperhatikan bahan-bahan dalam produk perawatan tubuh yang kita gunakan, tidak merokok atau beralih ke alternatif yang tidak melalui proses pembakaran untuk mengurangi paparan zat berbahaya hasil pembakaran, menggunakan helm dan sabuk pengaman setiap berkendara dan menyimpan data digital penting kita secara backup agar tidak hilang saat perangkat kita mengalami masalah.

Kebiasaan seperti ini mungkin terasa kecil saat dilakukan, tapi dampaknya bisa besar dalam jangka panjang.

Ada pendapat bahwa terlalu berhati-hati menjadikan hidup jadi tidak santai, padahal sadar risiko bukan soal hidup dalam ketakutan. Tujuannya justru supaya kita bisa menjalani hidup dengan lebih siap, lebih tenang, dan lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Kenyataannya, hidup memang penuh hal tak terduga. Kita tidak mungkin bisa mengontrol semua situasi, tapi kita tetap bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

#SadarRisiko adalah kemampuan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan sebelum sesuatu terjadi, lalu mengambil langkah supaya dampaknya tidak menjadi lebih besar. Jadi, sebelum bersikap “gimana nanti”, mungkin ada baiknya berhenti sebentar dan bertanya “Kalau nanti ada risikonya, aku sudah siap belum?”

Yuk kita semakin #SadarRisiko dan #KurangiRisiko biar kita lebih siap menghadapi hari esok.

Artikel Lainnya

Musim Kemarau Tiba! Waspadai Risiko dan Siapkan Perlindungan Diri

Upaya Sadar Risiko

Musim Kemarau Tiba! Waspadai Risiko dan Siapkan Perlindungan Diri

Sobat #SadarRisiko, menurut BMKG, musim kemarau akan dimulai pada Mei dan mencapai puncaknya pada Juni hingga Agustus 2025. Meski itu berarti langit cerah disertai matahari bersinar, musim ini juga membawa risiko serius yang perlu diantisipasi.

Gerakan #SadarRisiko Indonesia: Mengenal Dimas Syailendra Ranadireksa, Ketua MASINDO

Upaya Sadar Risiko

Gerakan #SadarRisiko Indonesia: Mengenal Dimas Syailendra Ranadireksa, Ketua MASINDO

Di tengah dinamika dan keberagaman Indonesia, kesadaran akan risiko menjadi kunci penting demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra R., Ketua Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO), kami mengajak Sobat #SadarRisiko untuk mengubah cara pandang terhadap risiko, melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektoral MASINDO yang bertujuan untuk menanamkan budaya #SadarRisiko di setiap lapisan masyarakat.

Kesehatan Mulut (Oral) - Bukan Gigi Putih Semata

Upaya Sadar Risiko

Kesehatan Mulut (Oral) - Bukan Gigi Putih Semata

Senyuman yang memikat dengan gigi putih dapat meningkatkan kepercayaan diri. Namun, kesehatan oral ternyata tidak hanya sebatas penampilan. Hal ini meliputi perawatan kesehatan mulut, termasuk gigi, gusi, lidah, rongga mulut, dan kerongkongan. Dengan memahami lebih lanjut tentang kesehatan oral, Sobat #SadarRisiko dapat mengantisipasi risiko-risiko kesehatan yang dapat berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik.