Belakangan ini, air purifier atau alat pembersih udara semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan masalah kualitas udara buruk akibat polusi, asap pembakaran sampah, asap industri, atau asap rokok, seringkali bertanya: apakah air purifier benar-benar efektif membantu #KurangiRisiko polusi udara, terutama dari bahaya TAR?
Secara singkat, jawabannya adalah ‘ya’, air purifier memang membantu membersihkan udara.
Namun, perlu kita pahami bahwa menggunakan air purifier saja bukan langkah yang mutlak. Tetap lebih baik menghindari dan mengurangi sumber polusi udara itu sendiri.
Polusi di Dalam Rumah: Risiko Kesehatan yang Sering Diabaikan
Banyak orang sering berpikir bahwa udara di dalam rumah lebih bersih dan aman dibandingkan udara luar. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Polusi udara dalam ruangan bisa sama berbahayanya, bahkan bisa lebih parah, karena udara tercemar di ruang tertutup akan terus-menerus kita hirup sepanjang hari.
Sobat #SadarRisiko, apa saja sumber polusi udara yang mungkin terdapat di dalam ruangan?
Apakah Air Purifier Efektif?
Air purifier yang baik untuk menyaring berbagai partikel polutan adalah jenis yang menggunakan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air). Filter HEPA mampu menyaring berbagai jenis ukuran polutan dengan tingkat penangkapan yang tinggi dan mampu menangkap 99,97% partikel berbahaya seperti debu, asap, bakteri, dan virus.
Air purifier dengan filter HEPA juga dapat menangkap partikel asap dan beberapa komponen dari asap rokok dan hasil pembakaran lainnya.
Sebaliknya, air purifier tidak dapat menghilangkan TAR yang sudah menempel pada pakaian, furniture, dinding, dan permukaan lainnya karena hanya membersihkan udara yang beredar, dan tidak dapat membersihkan residu third-hand smoke yang sudah melekat.
Langkah Nyata #KurangiRisiko Polusi Udara
Solusi terbaik tetaplah menghilangkan sumber polusinya:
#SadarRIsiko Bersama MASINDO
Membersihkan udara dalam ruangan memang memerlukan usaha. Namun, mencegah selalu jauh lebih baik daripada mengobati.
Mari semakin #SadarRisiko dan bersama-sama #KurangiRisiko dengan menciptakan rumah yang sehat, dan bebas dari polusi udara.
Untuk informasi mengenai berbagai risiko lainnya, ikuti terus media sosial #MASINDO dan bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman supaya mereka juga semakin #SadarRisiko terhadap bahaya polusi udara dalam ruangan.
Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo) mengajak masyarakat peduli terhadap risiko yang terjadi di sekitar terutama di tengah kondisi pandemi seperti sekarang.
Senyuman yang memikat dengan gigi putih dapat meningkatkan kepercayaan diri. Namun, kesehatan oral ternyata tidak hanya sebatas penampilan. Hal ini meliputi perawatan kesehatan mulut, termasuk gigi, gusi, lidah, rongga mulut, dan kerongkongan. Dengan memahami lebih lanjut tentang kesehatan oral, Sobat #SadarRisiko dapat mengantisipasi risiko-risiko kesehatan yang dapat berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik.
Merokok adalah kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan dan telah menjadi perhatian di Indonesia. Sebab, berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Kesehatan, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perokok di antara penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mencapai 28,3% pada tahun 2022.