Sobat Masindo apakah pernah mendengar lagu dengan lirik begadang jangan begadang? Lagu tersebut menggambarkan pesan yang relevan terkait pentingnya tidur cukup untuk kesehatan. Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai risiko terkait dengan kebiasaan begadang, dan beberapa tips agar bisa tidur nyenyak.
Tidur yang cukup sangat penting untuk memperbaiki kerusakan sel dan jaringan, serta mendukung kesehatan fisik maupun emosional. Sebaliknya, tidak mendapatkan tidur yang cukup karena begadang dapat menyebabkan banyak risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar orang dewasa berusia antara 18 dan 60 tahun tidur setidaknya 7 jam setiap malam. Namun, masih banyak di antara kita yang memiliki kebiasaan begadang, atau mungkin main gadget sebelum tidur sehingga jadi susah tidur. Tanpa disadari kurang tidur karena begadang terkadang membuatmu cepat lelah dan malas beraktivitas keesokan harinya.
Begadang memang memiliki dampak yang berbahaya bagi tubuh. Sebenarnya, apa yang terjadi pada tubuh saat kita kurang tidur atau terlalu sering begadang?
Setelah penjabaran di atas, kita ketahui bahwa begadang memiliki banyak dampak buruk. Sobat Masindo perlu tidur cukup untuk mengurangi risiko kesehatan. Jika mengalami kesulitan tidur, sini masmin beri tahu beberapa tips dan trik #KurangiRisiko kesehatan akibat kebiasaan begadang, agar bisa tidur nyenyak.
Itulah beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menghindari begadang sebagai upaya #SadarRisiko dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa tidur yang cukup adalah kunci untuk kesehatan fisik dan mental yang baik. Jangan lupa sebarkan informasi ini ke orang terdekat kalian, ya!
Untuk tahu lebih banyak tentang #SadarRisiko dan dapat semakin #KurangiRisiko jangan lupa kunjungi dan ikuti akun sosial media instagram @Masindo.id, ya!
#SadarRisiko #KurangiRisiko #Masindo
Tanpa disadari, hidup kita memang sudah banyak bergantung pada kendaraan bermotor. Apalagi kalau kita tinggal di wilayah yang kesulitan untuk mengakses transportasi umum. Coba bayangkan sehari saja beraktivitas tanpa kendaraan bermotor. Kira-kira Sobat #SadarRisiko akan kesulitan tidak?
Sumber polusi udara di dalam rumah bisa datang dari berbagai sumber, seperti asap rokok, asap dapur, debu, tungau serta jamur dan lumut akibat udara lembab. Selain itu, AC dan kipas angin kotor, semprotan pembasmi serangga, pernis perabotan baru atau cat juga dapat menjadi sumber polusi udara.
Belakangan ini, air purifier atau alat pembersih udara semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bagi mereka yang tinggal di kota besar yang dengan sering mengalami masalah kualitas udara buruk akibat polusi udara, asap pembakaran sampah, asap industri, atau asap rokok, seringkali bertanya: apakah air purifier benar-benar efektif membantu #KurangiRisiko polusi udara, terutama dari bahaya TAR?