Kembali Upaya Sadar Risiko

Risiko Konsumsi Ultra-Processed Food

Sobat #SadarRisiko, siapa sih yang nggak tergoda sama makanan praktis yang tinggal dimakan atau dipanaskan sebentar? Rasanya enak, cepat, dan bikin hidup terasa lebih mudah. Namun, tahukah kamu, tahukah kamu kalau di balik kepraktisan ultra-processed food (UPF), ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu kita pahami??

Apa Itu Ultra-Processed Food (UPF)?

Artikel ini untuk membantu Sobat #SadarRisiko memahami bagaimana kebiasaan makan bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang — dan tentu saja, bagaimana cara #KurangiRisiko-nya.

UPF adalah jenis makanan yang sudah melalui banyak tahap pengolahan dan biasanya mengandung bahan tambahan seperti perasa buatan, pewarna, pengawet, emulsifier, hingga pemanis buatan.

Contohnya? Sosis, nugget, mi instan, biskuit, minuman bersoda, hingga aneka snack dalam kemasan.

Meskipun lezat dan mudah dikonsumsi, proses pengolahan yang panjang membuat kandungan gizinya berkurang, sementara kadar gula, garam, serta lemaknya meningkat. 

Kenapa Kita Perlu #SadarRisiko Konsumsi UPF?

Kesadaran risiko bukan berarti harus berhenti total dari kebiasaan mengonsumsi makanan yang kita sukai, melainkan upaya agar kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijak untuk tubuh kita sendiri.

Konsumsi UPF secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko:

  • Penyakit jantung, akibat tingginya kadar lemak jenuh dan garam;
  • Obesitas, karena kandungan kalori yang tinggi tapi minim serat dan nutrisi;
  • Penyakit ginjal, dari asupan natrium yang terlalu sering;
  • Diabetes, karena kandungan gula tambahan yang tinggi;
  • Kanker, terutama bila dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi dengan makanan segar.

Risiko ini muncul bukan karena satu bahan saja, melainkan karena kombinasi pola makan yang tidak seimbang, tingginya konsumsi UPF, serta rendahnya asupan makanan alami.

Kabar baiknya, Sobat #SadarRisiko nggak perlu langsung berhenti total dari semua makanan praktis. Kuncinya ada pada mengatur intensitas dan keseimbangan pola konsumsi makanan secara menyeluruh.

Image

Cara Mudah #Kurangi Konsumsi UPF

  1. Batasi konsumsi UPF – coba kurangi jadi seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali saja. Jadikan makanan praktis sebagai occasional treat, bukan menu harian;
  2. Utamakan real food – pilih bahan makanan segar seperti sayur, buah, dan sumber protein nabati maupun hewani yang dimasak langsung;
  3. Kombinasikan dengan bahan alami – kalau sesekali ingin makan mi instan, tambahkan telur, sayuran segar, atau potongan ayam sehingga asupan gizi tetap seimbang;
  4. Perhatikan label kemasan – biasakan membaca informasi nilai gizi agar kamu tahu seberapa banyak gula, garam, dan lemak yang kamu konsumsi;
  5. Lebih sering masak sendiri – selain lebih sehat, kita juga bisa mengendalikan bahan dan rasa sesuai selera.

Langkah-langkah #KurangiRisiko seperti ini bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang kita.

Image

Inovasi dan Kesadaran: Dua Hal yang Saling Melengkapi

Banyak inovasi di dunia pangan muncul karena meningkatnya kesadaran akan risiko mulai dari teknologi penyimpanan yang lebih aman hingga produk rendah gula dan rendah garam sebagai alternatif bahan makanan yang lebih baik. Semakin kita #SadarRisiko, semakin besar dorongan bagi industri untuk berinovasi menghadirkan makanan yang lebih sehat dan berkualitas.,

Sobat #SadarRisiko, hidup sehat bukan soal pantangan, tapi tentang keseimbangan dan kesadaran.

Tujuan mengenal risiko bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar kita bisa mengambil keputusan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga.

Jadi, mulai sekarang yuk, lebih bijak dalam memilih makanan. Nikmati kepraktisan tanpa mengorbankan risiko kesehatannya. Karena dengan semakin #SadarRisiko, kita bisa bersama-sama membangun gaya hidup yang lebih sadar dan seimbang.

Punya tips sendiri untuk #KurangiRisiko konsumsi makanan olahan? Bagikan di kolom komentar ya, Sobat #SadarRisiko!

Artikel Lainnya

Langkah #KurangiRisiko Akibat Polusi Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Langkah #KurangiRisiko Akibat Polusi Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Polusi udara adalah salah satu masalah lingkungan mendesak yang dihadapi kota besar, seperti Jakarta. Hampir setiap hari, kualitas udara di Jakarta melampaui ambang batas Particulate Matter (PM) yang ditetapkan oleh WHO hingga 8 sampai 12 kali lipat. Tidak heran, Jakarta nyaris selalu menduduki peringkat 15 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Memahami Konsep Pengurangan Bahaya sebagai Langkah untuk Mengurangi Risiko di Berbagai Aspek Kehidupan

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Memahami Konsep Pengurangan Bahaya sebagai Langkah untuk Mengurangi Risiko di Berbagai Aspek Kehidupan

Halo sobat #SadarRisiko Masindo di mana pun kalian berada, Sebagai sobat Masindo, kalian harus berkenalan nih dengan konsep pengurangan bahaya (harm reduction). Tapi, mungkin sebagian dari kalian belum paham atau belum pernah mendengar konsep itu.

Risiko Digital Fatigue dan Cara Menguranginya

Upaya Sadar Risiko

Risiko Digital Fatigue dan Cara Menguranginya

Digital fatigue merupakan kondisi kelelahan mental dan fisik yang timbul akibat terlalu lama terpapar perangkat digital. Gejala yang sering muncul, antara lain, mata lelah dan kering, sakit kepala yang berkelanjutan serta sulit berkonsentrasi. Rasa kewalahan dengan notifikasi yang terus masuk juga dapat menimbulkan rasa cemas, hingga kesulitan beristirahat dan tidur di malam hari.