Sobat #SadarRisiko, siapa sih yang nggak tergoda sama makanan praktis yang tinggal dimakan atau dipanaskan sebentar? Rasanya enak, cepat, dan bikin hidup terasa lebih mudah. Namun, tahukah kamu, tahukah kamu kalau di balik kepraktisan ultra-processed food (UPF), ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu kita pahami??
Artikel ini untuk membantu Sobat #SadarRisiko memahami bagaimana kebiasaan makan bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang — dan tentu saja, bagaimana cara #KurangiRisiko-nya.
UPF adalah jenis makanan yang sudah melalui banyak tahap pengolahan dan biasanya mengandung bahan tambahan seperti perasa buatan, pewarna, pengawet, emulsifier, hingga pemanis buatan.
Contohnya? Sosis, nugget, mi instan, biskuit, minuman bersoda, hingga aneka snack dalam kemasan.
Meskipun lezat dan mudah dikonsumsi, proses pengolahan yang panjang membuat kandungan gizinya berkurang, sementara kadar gula, garam, serta lemaknya meningkat.
Kesadaran risiko bukan berarti harus berhenti total dari kebiasaan mengonsumsi makanan yang kita sukai, melainkan upaya agar kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijak untuk tubuh kita sendiri.
Konsumsi UPF secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko:
Risiko ini muncul bukan karena satu bahan saja, melainkan karena kombinasi pola makan yang tidak seimbang, tingginya konsumsi UPF, serta rendahnya asupan makanan alami.
Kabar baiknya, Sobat #SadarRisiko nggak perlu langsung berhenti total dari semua makanan praktis. Kuncinya ada pada mengatur intensitas dan keseimbangan pola konsumsi makanan secara menyeluruh.
Langkah-langkah #KurangiRisiko seperti ini bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang kita.
Banyak inovasi di dunia pangan muncul karena meningkatnya kesadaran akan risiko mulai dari teknologi penyimpanan yang lebih aman hingga produk rendah gula dan rendah garam sebagai alternatif bahan makanan yang lebih baik. Semakin kita #SadarRisiko, semakin besar dorongan bagi industri untuk berinovasi menghadirkan makanan yang lebih sehat dan berkualitas.,
Sobat #SadarRisiko, hidup sehat bukan soal pantangan, tapi tentang keseimbangan dan kesadaran.
Tujuan mengenal risiko bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar kita bisa mengambil keputusan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga.
Jadi, mulai sekarang yuk, lebih bijak dalam memilih makanan. Nikmati kepraktisan tanpa mengorbankan risiko kesehatannya. Karena dengan semakin #SadarRisiko, kita bisa bersama-sama membangun gaya hidup yang lebih sadar dan seimbang.
Punya tips sendiri untuk #KurangiRisiko konsumsi makanan olahan? Bagikan di kolom komentar ya, Sobat #SadarRisiko!
Polusi udara adalah salah satu masalah lingkungan mendesak yang dihadapi kota besar, seperti Jakarta. Hampir setiap hari, kualitas udara di Jakarta melampaui ambang batas Particulate Matter (PM) yang ditetapkan oleh WHO hingga 8 sampai 12 kali lipat. Tidak heran, Jakarta nyaris selalu menduduki peringkat 15 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Halo sobat #SadarRisiko Masindo di mana pun kalian berada, Sebagai sobat Masindo, kalian harus berkenalan nih dengan konsep pengurangan bahaya (harm reduction). Tapi, mungkin sebagian dari kalian belum paham atau belum pernah mendengar konsep itu.
Digital fatigue merupakan kondisi kelelahan mental dan fisik yang timbul akibat terlalu lama terpapar perangkat digital. Gejala yang sering muncul, antara lain, mata lelah dan kering, sakit kepala yang berkelanjutan serta sulit berkonsentrasi. Rasa kewalahan dengan notifikasi yang terus masuk juga dapat menimbulkan rasa cemas, hingga kesulitan beristirahat dan tidur di malam hari.