Kembali Upaya Sadar Risiko

Musim Hujan Datang Lebih Awal – #SadarRisiko Bencana Alam yang Mengintai

Sumber Gambar: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan pada tahun 2025 dan 2026 akan datang lebih awal dari biasanya.

Hujan memang menyegarkan dan mengisi kembali sumber air, tetapi curah tinggi juga membawa risiko bencana. Saat tanah jenuh air dan, sehingga bisa menyebabkan banjir, longsor. Fenomena La Nina memperbesar peluang curah hujan ekstrem di berbagai wilayah.

Tiga Risiko Utama Bencana di Musim Hujan

  1. Banjir dan Banjir Bandang
    Banjir dan banjir bandang adalah risiko yang paling umum terjadi saat curah hujan meningkat. Hujan deras dalam waktu singkat dapat menyebabkan sungai meluap dan genangan di wilayah dengan sistem drainase buruk. Banjir bandang bahkan bisa datang tiba-tiba,  membawa material seperti lumpur dan puing yang bisa merusak pemukiman, terutama di dataran rendah.
  2. Tanah Longsor
    Tanah longsor sering terjadi di wilayah perbukitan dan pegunungan, terutama di daerah dengan hutan gundul. Tanah yang jenuh air akan kehilangan kekuatannya, menimbulkan longsor yang dapat menutup jalan, merusak pemukiman, dan mengancam nyawa.
  3. Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
    Saat hujan lebat, angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, atap rumah terlepas, hingga tiang listrik roboh. Selain itu, di pesisir pantai, kombinasi angin dan hujan bisa memicu gelombang tinggi

Image

Persiapan adalah kunci #KurangiRisiko

Sebelum bencana datang, mari kenali risiko di sekitar kita dan lakukan langkah-langkah sederhana
berikut.

  1. Pantau prakiraan cuaca dari sumber terpercaya dan kenali apakah tempat tinggal kita berada di zona rawan.
  2. Jika tinggal di area berisiko, siapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian.
  3. Siapkan tas darurat yang berisi obat-obatan, pakaian, dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, serta iIjazah dalam tempat yang kedap air. Tambahkan juga senter, makanan siap saji, baterai, dan uang tunai. Simpan nomor penting seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, rumah sakit, dan kantor polisi  agar mudah dihubungi.
  4. Periksa rumah dan lingkungan sekitarnya secara berkala. Selain itu, pastikan atap kokoh, saluran air bersih, dan pohon sekitar tidak berisiko tumbang.
  5. Saat bencana terjadi, segera cari tempat lebih tinggi bila air naik, matikan sumber listrik, dan jangan menerobos banjir. Waspadai tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, air keruh dari lereng, atau suara gemuruh. Saat angin kencang, jauhi jendela dan hindari berteduh di bawah pohon atau tiang listrik.
  6. Setelah bencana, tunggu kondisi benar-benar aman sebelum kembali ke tempat tinggal. Hindari kontak dengan air banjir walaupun surut karena bisa membawa bakteri penyebab diare, leptospirosis, atau penyakit kulit. Bersihkan rumah, buang makanan yang terendam, dan pastikan air minum dimasak hingga mendidih sebelum mengonsumsinya.

Peran komunitas juga penting dalam #KurangiRisiko bencana.

Gotong royong membersihkan saluran air, berbagi informasi cuaca, membantu lansia dan penyandang disabilitas, serta menjaga lingkungan dari sampah serta melakukan penghijauan akan turut mengurangi risiko.

Musim hujan tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa dikurangi.

Tetap siaga, tetap waspada, tetap #SadarRisiko!

Sebarkan artikel ini serta informasi lainnya dari MASINDO agar lebih banyak orang siap menghadapi
musim hujan maupun risiko yang mengintai lainnya.

Mari jadikan #SadarRisiko dan #KurangiRisiko bagian dari kehidupan kita sehari-hari!

Artikel Lainnya

Gangguan Tidur dan Risikonya: Kenali Bahayanya

Upaya Sadar Risiko

Gangguan Tidur dan Risikonya: Kenali Bahayanya

Hai Sobat #SadarRisiko! Masalah kesulitan tidur dikarenakan pekerjaan, bermain game atau banyak pikiran turut mengganggu kualitas tidur dan dapat menyebabkan risiko lebih luas secara jangka panjang. Kurangnya tidur secara kuantitas maupun kualitas sudah pasti akan menyebabkan kita kelelahan keesokan harinya. Namun, dampaknya bisa jauh lebih serius jika hal ini menjadi kebiasaan jangka panjang.

Menyongsong Indonesia Emas 2045: Membangun Generasi Sadar Risiko

Upaya Sadar Risiko

Menyongsong Indonesia Emas 2045: Membangun Generasi Sadar Risiko

Pada tanggal 17 Agustus 2024, Indonesia akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-79. Momentum ini menjadi pengingat bahwa hanya tersisa 21 tahun lagi menuju Indonesia Emas 2045, saat negara kita genap berusia 100 tahun. Di tengah euforia perayaan kemerdekaan, muncul pertanyaan penting: Sudahkah kita siap menghadapi tantangan masa depan?

Pemerintah Perlu Lebih Terbuka terhadap Bukti Ilmiah Produk Tembakau Alternatif

Pendekatan Pengurangan Bahaya

Pemerintah Perlu Lebih Terbuka terhadap Bukti Ilmiah Produk Tembakau Alternatif

Pemerintah dinilai perlu bersikap lebih terbuka dan adil dalam menyambut perkembangan penelitian dan inovasi terkait produk tembakau alternatif dan bukti pemanfaatannya dalam mengurangi bahaya tembakau