Tahukah Sobat #SadarRisiko bahwa banyak inovasi yang kita gunakan saat ini muncul dari kesadaran terhadap hal-hal yang berisiko dan berpotensi mengganggu kenyamanan maupun kualitas hidup kita? Ketika kita memahami kondisi di sekitar dan ingin hidup lebih baik, muncul dorongan untuk menciptakan solusi yang lebih efisien, sehat, dan ramah lingkungan.
Budaya #SadarRisiko bukan hanya soal mengantisipasi sesuatu – tetapi juga memicu kreativitas dan inovasi yang terus berkembang hingga sekarang.
Kesadaran terhadap risiko telah mendorong para inventor, ilmuwan, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan berbagai terobosan sehingga kita dapat menjalani hidup secara lebih aman, bersih, dan nyaman. Mari kita telusuri tiga inovasi penting yang lahir dari semangat #SadarRisiko
Mungkin Sobat #SadarRisiko mengira mobil listrik adalah inovasi baru. Padahal, sejarahnya sudah dimulai sejak tahun 1832 ketika Robert Anderson dari Skotlandia mengembangkan kendaraan bertenaga listrik pertama.
Pada pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20, mobil listrik sempat populer karena lebih nyaman dan mudah dioperasikan dibandingkan kendaraan lain pada masa itu. Namun, perkembangan mobil bensin yang lebih murah membuat pamornya meredup untuk beberapa dekade.
Yang menarik, dorongan awal mobil listrik justru datang dari kesadaran untuk mencari alternatif yang lebih bersih dan efisien daripada kereta kuda – yang pada saat itu menimbulkan banyak persoalan kebersihan dan kesehatan di kota-kota besar. Kini, inovasi tersebut terus berkembang kembali sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon dan tidak menghasilkan asap yang mengandung TAR.
Pada tahun 1963, dua bersaudara asal Jerman - Klaus dan Manfred Hammes – menciptakan sistem penyaring udara pertama untuk kompor batu bara rumah tangga, dengan tujuan sederhana: mencegah dinding menghitam akibat debu.
Dari situ, Manfred yang menderita asma menyadari bahwa udara di dalam rumah menjadi lebih nyaman saat filter tersebut digunakan. Temuan inilah yang akhirnya berkembang menjadi air purifier modern.
Kini air purifier dilengkapi dengan teknologi HEPA (High-Efficiency Particulate Air) dan filter karbon aktif yang dapat membantu menyaring partikel debu halus, asap, dan polutan lainnya. Perangkat ini menjadi semakin penting bagi masyarakat perkotaan untuk membantu #KurangiRisiko paparan polusi udara dalam ruangan.
Inovasi lain yang lahir dari kesadaran akan risiko adalah pengembangan produk tembakau alternatif. Produk-produk ini dikembangkan dengan tujuan mengurangi risiko paparan TAR dari asap pembakaran rokok konvensional.
Kesadaran akan bahaya asap rokok yang mengandung TAR mendorong pengembangan berbagai alternatif yang bekerja tanpa proses pembakaran. Produk tembakau alternatif ini dirancang untuk mengurangi paparan terhadap zat berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran tembakau dan menjadi pilihan bagi mereka yang sudah terlanjur merokok dan kesulitan berhenti, bukan untuk mendorong kebiasaan baru.
Selain ketiga inovasi di atas, masih banyak inovasi lain yang lahir dari kesadaran akan risiko:
Perubahan iklim, kualitas udara, dan dinamika kesehatan global akan memperkuat kebutuhan terhadap teknologi baru yang lebih aman, lebih bersih, dan lebih efisien. Selama kita #SadarRisiko dan terbuka terhadap solusi-solusi baru, inovasi akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari hidup kita. Oleh sebab itu, kesadaran risiko diharapkan mampu menjadi pilar lahirnya inovasi baru di masa depan.
Sobat #SadarRisiko punya contoh inovasi lain yang lahir dari kesadaran akan risiko? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar!
Bersama-sama kita semakin #SadarRisiko dan terus #KurangiRisiko dalam kehidupan sehari-hari.
Sobat #SadarRisiko, pernahkah kalian berbaring di tempat tidur selama berjam-jam tanpa bisa tidur, atau sering terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk tertidur kembali? Mungkin kalian sedang mengalami insomnia, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai tidur atau mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kondisi ini bisa berlangsung dari beberapa hari hingga berbulan-bulan.
Sobat MASINDO, prevalensi perokok dewasa di Indonesia terus menjadi isu kesehatan yang menjadi sorotan. Hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa terjadi penambahan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang dalam sepuluh tahun terakhir, yaitu dari 60,3 juta pada 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada 2021.
Sebagai antisipasi, masyarakat harus sadar risiko terhadap faktor risiko diabetes melitus dengan menerapkan gaya hidup sehat. Perubahan ini perlu dukungan semua pihak agar bisa terwujud. Upaya preventif perlu diperkuat lagi tanpa harus mengabaikan pendidikan