Sobat #SadarRisiko pernah merasa kesal waktu ada asap yang masuk ke dalam rumah? Kekesalanmu bisa dipahami karena menghirup udara bersih adalah hak semua orang! Apalagi faktanya, asap juga mengandung TAR yang bisa memicu perkembangan sel kanker.
Yuk, kita semakin #SadarRisiko TAR, karena sesungguhnya, tidak ada yang boleh merampas hak kita untuk menghirup udara bersih dan sehat di rumah sendiri.
TAR adalah partikel kimia hasil pembakaran – baik dari sampah, kendaraan, maupun rokok. Di dalamnya terkandung ratusan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) yang berisiko bagi tubuh dalam jangka panjang. Artinya, setiap kali ada asap, ada TAR yang ikut terhirup.
Asap yang masuk ke dalam rumah tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetap juga meninggalkan jejak berbahaya. Pada asap rokok, residu ini disebut Third-Hand Smoke (THS) – sisa bahan kimia beracun yang dapat menempel pada gorden, karpet, dan tirai; dinding dan langit-langit; pakaian hingga rambut.
Masalahnya, TAR ini sulit dihilangkan, bertahan lama, dan sering tidak terlihat. Walau asap hilang, residu berbahayanya tetap ada dan mengancam kesehatan keluarga.
Paparan TAR secara terus-menerus tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan. Beberapa efek yang perlu diwaspadai, antara lain:
Apa yang bisa kita lakukan? Berikut langkah-langkah praktis untuk melindungi rumah dari ancaman TAR:
Memang, cara terbaik mengurangi risiko paparan TAR adalah dengan menghindari sumber pembakaran dan memakai alat bantu seperti masker. Terkait paparan TAR pada rokok, yang terbaik adalah dengan berhenti merokok.
Jika masih kesulitan untuk berhenti mengonsumsi nikotin, ada alternatif yang mengurangi risiko terpapar TAR yang terjadi saat kita membakar rokok konvensional, yaitu beralih kepada produk alternatif tembakau seperti rokok elektronik, seperti vape, produk tembakau yang dipanaskan, atau kantong nikotin. Rokok elektronik menggunakan sistem pemanasan dan bukan pembakaran, vape dan produk tembakau yang dipanaskan menghasilkan uap dan kantong nikotin ditempelkan di gusi sehingga nikotin tetap dapat terserap oleh tubuh, tanpa melalui perantara.
Alternatif-alternatif ini mengurangi paparan TAR karena tidak melibatkan proses pembakaran yang menghasilkan senyawa karsinogenik.
Udara bersih bukan sekadar kenyamanan, tetapi hak dasar manusia. Setiap orang berhak untuk menghidup udara tanpa polusi, terbebas dari asap pembakaran, dan terlindung dari paparan zat karsinogenik.
Semakin kita #SadarRisiko bahaya TAR dan third-hand smoke, semakin besar peluang kita #KurangiRisiko dan melindungi keluarga dari ancaman yang serius.
Mari bersama-sama menjaga hak atas udara bersih. Jangan biarkan asap dan TAR merampas kesehatan kita.
Untuk tahu lebih banyak tentang #SadarRisiko dan cara #KurangiRisiko, jangan lupa ikuti akun sosial media Instagram MASINDO ya!
Sobat #SadarRisiko, siapa sih yang nggak tergoda sama makanan praktis yang tinggal dimakan atau dipanaskan sebentar? Rasanya enak, cepat, dan bikin hidup terasa lebih mudah. Namun, tahukah kamu, tahukah kamu kalau di balik kepraktisan ultra-processed food (UPF), ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu kita pahami??
Halo sobat #SadarRisiko Masindo di mana pun kalian berada, Sebagai sobat Masindo, kalian harus berkenalan nih dengan konsep pengurangan bahaya (harm reduction). Tapi, mungkin sebagian dari kalian belum paham atau belum pernah mendengar konsep itu.
Masyarakat, khususnya mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki peran krusial dalam menciptakan perubahan positif sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Partisipasi mereka mampu mengurangi risiko yang dapat menghambat kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Hal inilah yang membuat Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO) menginisiasi acara talkshow bertajuk “Unleashing Youth Power in Shaping the Future: Partisipasi Generasi Muda & Pembuatan Kebijakan Berbasis Sadar Risiko” sebagai upaya untuk mendorong masyarakat terlibat aktif dalam pembuatan kebijakan publik yang tepat.