Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 629 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2024. Tahukah Sobat #SadarRisiko bahwa beberapa kebiasaan kecil yang tampaknya sepele bisa meningkatkan risiko kebakaran? Mari kita bahas agar lebih #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko kebakaran di sekitar kita.
Di bawah ini adalah kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, yang dapat menjadi sumber risiko kebakaran:
Jadi apa saja langkah-langkah yang dapat Sobat #SadarRisiko lakukan untuk #KurangiRisiko kebakaran?
Sobat #SadarRisiko, pencegahan kebakaran dimulai dari kebiasaan dan kewaspadaan kita sehari-hari. Bersama-sama kita bisa semakin #SadarRisiko dan #KurangiRisiko kebakaran dengan menerapkan kebiasaan aman di rumah dan lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik-topik lain agar lebih #SadarRisiko dan #KurangiRisiko, temukan di laman online dan media sosial #MASINDO.
Polusi udara adalah salah satu masalah lingkungan mendesak yang dihadapi kota besar, seperti Jakarta. Hampir setiap hari, kualitas udara di Jakarta melampaui ambang batas Particulate Matter (PM) yang ditetapkan oleh WHO hingga 8 sampai 12 kali lipat. Tidak heran, Jakarta nyaris selalu menduduki peringkat 15 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan? Inilah perilaku yang dikenal dengan istilah doom spending, yaitu suatu perilaku yang muncul dari rasa ketidakpastian akibat kecemasan dalam hidup.
Di tengah dinamika dan keberagaman Indonesia, kesadaran akan risiko menjadi kunci penting demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bersama. Bersama Dimas Syailendra R., Ketua Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO), kami mengajak Sobat #SadarRisiko untuk mengubah cara pandang terhadap risiko, melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektoral MASINDO yang bertujuan untuk menanamkan budaya #SadarRisiko di setiap lapisan masyarakat.