Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 629 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2024. Tahukah Sobat #SadarRisiko bahwa beberapa kebiasaan kecil yang tampaknya sepele bisa meningkatkan risiko kebakaran? Mari kita bahas agar lebih #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko kebakaran di sekitar kita.
Di bawah ini adalah kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, yang dapat menjadi sumber risiko kebakaran:
Jadi apa saja langkah-langkah yang dapat Sobat #SadarRisiko lakukan untuk #KurangiRisiko kebakaran?
Sobat #SadarRisiko, pencegahan kebakaran dimulai dari kebiasaan dan kewaspadaan kita sehari-hari. Bersama-sama kita bisa semakin #SadarRisiko dan #KurangiRisiko kebakaran dengan menerapkan kebiasaan aman di rumah dan lingkungan kita. Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik-topik lain agar lebih #SadarRisiko dan #KurangiRisiko, temukan di laman online dan media sosial #MASINDO.
Sumber polusi udara di dalam rumah bisa datang dari berbagai sumber, seperti asap rokok, asap dapur, debu, tungau serta jamur dan lumut akibat udara lembab. Selain itu, AC dan kipas angin kotor, semprotan pembasmi serangga, pernis perabotan baru atau cat juga dapat menjadi sumber polusi udara.
Pemerintah diminta lebih terbuka dan adil dalam menyambut perkembangan penelitian dan inovasi terkait produk tembakau alternatif dan bukti pemanfaatannya dalam mengurangi bahaya tembakau
Masyarakat, khususnya mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki peran krusial dalam menciptakan perubahan positif sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Partisipasi mereka mampu mengurangi risiko yang dapat menghambat kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Hal inilah yang membuat Masyarakat Sadar Risiko (MASINDO) menginisiasi acara talkshow bertajuk “Unleashing Youth Power in Shaping the Future: Partisipasi Generasi Muda & Pembuatan Kebijakan Berbasis Sadar Risiko” sebagai upaya untuk mendorong masyarakat terlibat aktif dalam pembuatan kebijakan publik yang tepat.